Eksotisme Hutan Mangrove Jembatan Api-Api

Eksotisme Hutan Mangrove Jembatan Api-Api
(Foto: google)

Yogyakarta punya banyak tempat yang indah. Salah satunya adalah Hutan Mangrove Jembatan Api-Api. Dilansir kompas.com, lokasi wisata alam ini terletak di Dusun Pasir Mendit, Kelurahan Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulonprogo. Hutan ini membentang di aliran Sungai Bogowonto dan anak sungainya.

“Di lokasi ini ada empat obyek wisata yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Wisata Alam Hutan Mangrove Jembatan Api-Api yang masuk wilayah Dusun Pasir Mendit ini adalah satu di antaranya,” kata Purwosarjono, salah satu pengelola obyek wisata ini.

Eksotisme Hutan Mangrove Jembatan Api-Api
(Foto: nanangalbatawie.wordpress.com)

Selain Hutan Mangrove Jembatan Api-Api, spot wisata lainnya yang ada di sepanjang aliran Sungai Bogowonto ini adalah Pantai Kasir Kadilangu, Wanatirta Pasir Mendit, dan Maju Lestari. Ketiga tempat wisata itu sering dikunjungi wisatawan. Namun, yang paling dikenal adalah Hutan Mangrove Jembatan Api-Api.

Menurut warga, seperti dilansir berbagifun.com, orang yang pertama kali menanam mangrove adalah orang Aceh. Orang yang dipanggil warga dengan panggilan “Cut” ini menanam mangrove sebagai bagian dari penelitian program pascasarjananya di Universitas Gajah Mada. Peristiwa itu terjadi sudah sangat lama. Kini, mangrove yang ditanamnya itu berkembang menjadi hutan mangrove dan dikembangkan warga menjadi tempat wisata.

Eksotisme Hutan Mangrove Jembatan Api-Api
(Foto: nanangalbatawie.wordpress.com)

Tempat wisata ini disebut “Jembatan Api-Api” bukan karena nama tempat itu adalah Jembatan Api-Api. Juga bukan karena jembatan di sini pernah terbakar api. “Api-Api” merujuk pada jenis mangrove yang ditanam di sini, yakni mangrove jenis api-api (Avicennia germinans). Sementara kata “jembatan” mengacu pada jembatan yang terbuat dari bambu yang melintang di atas sungai.

Jembatan itu dibangun pada tahun 2011 lalu untuk mendukung aktivitas para penambak udang. “Awalnya jembatan tersebut digunakan oleh masyarakat untuk pergi ke pantai. Selain itu, jembatan juga digunakan oleh para pemancing yang datang dari luar daerah sini,” tambah Purwosarjono.

Eksotisme Hutan Mangrove Jembatan Api-Api
(Foto: nanangalbatawie.wordpress.com)

Dalam perjalanan waktu, semakin banyak orang yang datang ke wilayah ini untuk melihat dari dekat hutan mangrove dan berfoto-foto di atas jembatan. Melihat semakin besarnya antusiasme orang untuk berfoto-foto di atas jembatan itu, pada awal tahun 2016 lalu, warga memutuskan untuk mengelola wilayah itu sebagai tempat wisata. Jembatan diperbaiki dan disekitar hutan mangrove disediakan fasilitas-fasilitas pendukung.

Eksotisme Hutan Mangrove Jembatan Api-Api
(Foto: nanangalbatawie.wordpress.com)

Salah satu fasilitas yang disediakan pengelola adalah perahu. Pengunjung bisa menyewa perahu ini untuk mengelilingi hutan mangrove. Biaya sewanya tidak mahal. Hanya Rp5.000,00 per orang.

Eksotisme Hutan Mangrove Jembatan Api-Api
(Foto: pinimg.com)

Spot yang dihadirkan warga untuk membuat kawasan Hutan Mangrove Jembatan Api-Api ini menjadi lebih menarik cukup menarik. Kurang lebih ada 10 spot dengan konsep yang berbeda. Selain jembatan bambu yang sudah lebih dahulu menjadi ikon tempat wisata ini, jembatan berbentuk hati juga menjadi spot favorit pengunjung. Demikian juga spot dengan gitar raksasa dan bingkai asmara dengan latar belakang hutan mangrove.

Eksotisme Hutan Mangrove Jembatan Api-Api
(Foto: berbagifun.com)

Tempat wisata ini dibuka setiap hari mulai dari jam 6 pagi—jam 7 malam. Masing-masing orang dikenakan tarif Rp4.000,00. Tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp2.000,00 dan roda empat sebesar Rp5.000,00.

#YUKKpakeYUKK

 

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry