Catat Ini: Jual KTP Menjadi NFT Bisa Dipenjara 10 Tahun

Catat Ini: Jual KTP Menjadi NFT Bisa Dipenjara 10 Tahun
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Mencari cuan lewat marketplace NFT (Non Fungible Token) tidak dilarang. Namun, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa yang djual adalah karya yang bernilai seni tinggi. Atau karya yang mempunyai nilai historis. Jangan menjual apa pun yang berhubungan dengan data diri atau dokumen penting. Misalnya, Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Mengapa dokumen penting seperti KTP tidak boleh diperjualbelikan? Karena dilarang oleh undang-undang. Penjualan data pribadi seperti KTP itu bisa memicu terjadinya kejahatan dengan dalih penyalahgunaan identitas.

Catat Ini: Jual KTP Menjadi NFT Bisa Dipenjara 10 Tahun
Foto KTP dijual melalui OpenSea (Foto: tangkapan layar)

“Foto dokumen kependudukan yang berisi data-data pribadi dan sudah tersebar sebagai NFT itu akan sangat memicu terjadinya fraud/penipuan/kejahatan dan membuka ruang bagi ‘pemulung data’ untuk memperjual-belikannya di pasar underground,” kata Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), seperti dikutip dari dukcapil.kemendagri.go.id, Senin (17/1).

Orang yang mendistribusikan dokumen kependudukan, termasuk dirinya sendiri yang memiliki dokumen kependudukan seperti foto KTP-el, di media online tanpa hak akan diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

“Hal ini diamanatkan dalam Pasal 96 dan Pasal 96A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan,” sambungnya.

Catat Ini: Jual KTP Menjadi NFT Bisa Dipenjara 10 Tahun
llustrasi (Foto: Getty Images)

Sehubungan dengan kegiatan ekonomi online, Zudan mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih pihak-pihak yang dapat dipercaya, terverifikasi, dan memberikan jaminan kepastian kerahasiaan data diri atau pribadi. Pasalnya, hingga saat ini, masih ada banyak lembaga keuangan baik perbankan maupun nonperbankan yang sudah terdaftar pada OJK mensyaratkan foto KTP-el dan swafoto.

“Oleh karena itu, edukasi kepada seluruh masyarakat oleh kita semua untuk tidak mudah menampilkan data diri dan pribadi di media online apapun sangat perlu dilakukan.” katanya.


#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry