Bagaimana Perayaan Hari Ibu di Negara Lain?

News | 23 December 2017
Tradisi perayaan Hari Ibu di berbagai negara
Ilustrasi (Foto: Irishmirror.ie)

Hari masih pagi. Jarum jam menunjuk angka 6 ketika ia buru-buru meraih telepon genggam di atas meja yang terletak tidak jauh dari tempat tidurnya. Menekan keypad-nya dan menempelkannya pada telinga kanannya. Dengan suara yang masih serak, ia menyapa seseorang di ujung telepon. Seorang perempuan.

“Ema, selamat pagi.”
(Mama, selamat pagi)
“Nanggae kabar moe? Ere le take?”
(Bagaimana kabarmu? Baik atau tidak?)
“Selamat Hari Ibu e.”
(Selamat Hari Ibu, ya)
“Maaf, e. Genato a hala karena ait gerian wati wi.”
(Maaf, ya. Belum bisa kirim apa-apa karena belum kerja)

Tidak lama Maria, demikian perempuan cantik itu dipanggil, berbicara dengan ibunya pagi itu. Berbicara lembut dalam bahasa Lamaholot. Berbicara sambil memeluk bantal.

Maria, perempuan asal Flores itu, adalah satu dari banyak anak yang mengucapkan selamat Hari Ibu kepada ibunya. Sama seperti yang dilakukan Bimo Wicaksono Margono, putra dari Susilo Aries Margono, kepada ibunya. Remaja itu mengungkapkannya melalui sebuah kartu yang diguntingnya berbentuk hati.

Pada umumnya, mengucapkan selamat Hari Ibu lewat telepon atau kartu ucapan adalah satu dari beberapa cara anak-anak Indonesia mengungkapkan cinta dan hormat kepada ibu mereka pada tanggal 22 Desember itu. Cara lainnya adalah memberikan hadiah, menyiapkan makan malam bersama, dan lainnya. Lalu bagaimana dengan perayaan Hari Ibu di negara lain? Berikut ini perayaan Hari Ibu di beberapa negara yang YUKK kumpulkan dari berbagai sumber:

Amerika

Tradisi perayaan Hari Ibu di berbagai negara
Anna Jarvis (Foto: Associated Press via deseretnews.com)

Tidak seperti di Indonesia, Hari Ibu di Amerika Serikat jatuh pada minggu kedua bulan Mei. Adalah Anna Jarvis yang mencetuskan hari yang istimewa itu sebagai wujud dari rasa hormat dan cintanya kepada ibunya, Ann Reeves Jarvis. Upayanya untuk menciptakan Hari Ibu itu dilakukannya sejak 1905, tahun dimana ibunya meninggal dunia. Pada 10 Mei 1908, ia merayakan Hari Ibu untuk pertama kalinya di Gereja Metodis St. Andreas di Grafton, Virginia Barat. Setelah melalui perjuangan panjang, upaya Anna berhasil. Pada tahun 1914, Presiden Woodrow Wilson memproklamirkan Hari Ibu Nasional. Perayaan hari itu dilakukan pada Minggu kedua bulan Mei.

Tradisi perayaan Hari Ibu di berbagai negara
Kartu ucapan Hari Ibu pada tahun 1920-an (Foto: google)

Sejak saat itu, Hari Ibu menjadi hari libur yang istimewa di Amerika. Pada hari itu, anak-anak mengungkapkan rasa cinta dengan memberikan sebuket bunga segar, menyiapkan acara makan malam yang istimewa, memberikan hadiah, dan mengajak sang ibu berlibur. Sementara anak-anak yang sudah kehilangan ibu biasanya membawa karangan bunga putih dan meletakannya di atas pusara ibu mereka.

Inggris
Inggris adalah negara pertama di dunia yang mencetuskan Hari Ibu pada awal tahun 1600-an. Hari Ibu dikenal sebagai Mothering Sunday. Hari ini jatuh pada hari Minggu keempat dalam masa Prapaskah (biasanya pada akhir Maret atau awal April).

Tradisi perayaan Hari Ibu di berbagai negara
Perayaan Hari Ibu di Inggris (Foto: brighton.towntalk.co.uk)

Dilansir dari Independent, semua anak yang telah berpisah rumah mengunjungi ibu mereka dan bersama-sama mereka pergi ke gereja. Setelah beribadah, mereka akan makan bersama. Sebelumnya mereka membuatkan kue Simnel, yaitu kue spons dengan buah-buah dan dilapisi Marzipan (adonan kacang almond dan gula), dan memberikannya kepada ibu mereka.

Selain kue, anak-anak di Inggris juga memberikan bunga, kartu ucapan, dan hadiah kepada ibu mereka. Bahkan tidak hanya kepada ibu kandung mereka, tetapi juga kepada nenek, ibu tiri, bahkan ibu mertua mereka.

Australia

Tradisi perayaan Hari Ibu di berbagai negara
Ilustrasi (Foto: Onya Magazine)

Sama seperti di Amerika Serikat, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu juga dirayakan pada Minggu kedua bulan Mei. Hari Ibu dirayakan dengan beragam aktivitas. Tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan anak-anak lainnya di berbagai negara: memberikan hadiah berupa bunga krisan dan cokelat, memasak makanan yang istimewa, dan berlibur atau hang out bersama. Mereka juga ikut turun ke jalan untuk mengumpulkan uang. Uang itu akan digunakan untuk membiayai penelitian atas kanker payudara atau penyakit lainnya yang menjadikan perempuan sebagai sosok yang beresiko mengalaminya.

Jepang

Tradisi perayaan Hari Ibu di berbagai negara
Ilustrasi (Foto: thoibao.today)

Pada awalnya, Hari Ibu di Jepang dirayakan pada tanggal 6 Maret. Tanggal itu adalah tanggal kelahiran ibu dari Kaisar Akihito. Baru pada tahun 1949, Jepang mengikuti Amerika dan beberapa negara lain untuk merayakan Hari Ibu pada hari Minggu kedua bulan Mei. Pada hari itu, anak-anak di Jepang akan menggambar wajah ibu mereka di sekolah sebagai bagian dari kontes seni. Mereka juga memberikan bunga anyelir merah dan kartu ucapan kepada ibu mereka.

Etiopia

Tradisi perayaan Hari Ibu di berbagai negara
Ilustrasi (Foto: google)

Di Etiopia, Hari Ibu dirayakan dengan pesta besar-besaran. Anak-anak perempuan membawa sayuran, mentega, keju, dan bumbu. Sementara anak laki-laki membawa berbagai macam daging seperti daging domba dan banteng. Mereka memasak daging itu. Dan ketika malam tiba, mereka berkumpul untuk makan dan menari bersama dengan para ibu sebagai bintang utama.

Thailand

Tradisi perayaan Hari Ibu di berbagai negara
Anak-anak Thailand mengungkapkan cinta kepada ibu mereka (Foto: google)

Pada tahun 1980-an, perdana menteri berniat memperkenalkan keluarga kerajaan kepada rakyat. Saat itu, dipilihlah hari kelahiran Ratu Sirikit pada 12 Agustus sebagai Hari Ibu. Pada hari itu diadakan parade dan konser. Perayaan diawali dengan pemberian sedekah kepada rahib atau biarawan. Setelah itu, anak-anak memberikan bunga melati kepada ibu mereka. Bunga melati merupakan pralambang sucinya kasih seorang ibu.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry