Waspada! Virus Corona Varian Delta Kembali Bermutasi; Kini Menjadi ‘Delta Plus’

Waspada! Virus Corona Varian Delta Kembali Bermutasi; Kini Menjadi 'Delta Plus'
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Angka kasus positif Covid-19 di banyak daerah di Indonesia naik sangat siginifikan dalam beberapa pekan terakhir. Di DKI Jakarta, Bangkalan, dan Kudus, varian yang mendominasi adalah varian Delta atau B1617.2 dari India. Varian inilah yang membuat India luluh lantak pada gelombang kedua pandemi.

“Kami sedikit menambahkan, beberapa daerah seperti Kudus, DKI Jakarta, dan Bangkalan, memang sudah terkonfirmasi varian Delta atau B1617.2 atau varian dari India mendominasi,” ujar Menkes RI Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/6) lalu.

Waspada! Virus Corona Varian Delta Kembali Bermutasi; Kini Menjadi 'Delta Plus'
(Foto; detikcom)

Varian B1617.2 ini baru dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai varian Delta dari SARS-CoV-2 pada Mei lalu. Saat ini, para ilmuwan menemukan bahwa varian yang mudah menyebar ini telah bermutasi dan membentuk varian Delta Plus AY.1. Data awal menunjukkan varian Delta Plus resisten terhadap pengobatan antobodi monoklonal, sebuah metode perawatan pasien Corona yang disahkan oleh Central Drugs Standard Control Organization (CDSCO).

Bani Jolly, seorang ilmuwan yang mendalami bidang genome sequencing, mengatakan bahwa sejumlah kecil sekuens Delta B1617.2 memiliki mutasi lonjakan K4176N yang ditemukan di laboratorium GISAID.

“Sekuens ini telah diidentifikasi dalam genom 10 negara. Urutan baru-baru ini telah ditetapkan sebagai garis keturunan AY.1 (B1617.2.1), subgaris keturunan varian Delta, karena kekhawatiran tentang K417N adalah salah satu mutasi yang ditemukan pada varian Beta (B1351),” katanya seperti dikutip dari India Today.

Waspada! Virus Corona Varian Delta Kembali Bermutasi; Kini Menjadi 'Delta Plus'
Tenaga kesehatan sedang beristirahat (Foto: detikcom)

Varian Delta Plus ini merupakan hasil mutasi pada protein spikeSARS-COV-2. Ini adalah protein spikeyang sama yang memungkinkan virus masuk dan menginfeksi sel manusia.Public Health England, dalam laporan terbarunya tentang varian virus Corona, mengatakan bahwa varian Delta Plus diidentifikasi dalam 6 genom dari India pada 7 Juni. Saat ini telah terkonfirmasi total 63 genom varian Delta dengan mutasi K417N.

“Melihat kluster besar (T95I), sepertinya AY.1 telah muncul secara independen beberapa kali dan bisa lebih umum daripada yang diamati di negara-negara dengan pengawasan genom terbatas,” kata Jolly.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry