Waspada! Sulit Bicara Bisa Jadi Gejala Infeksi Corona

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Pada awalnya, para ali menyebut batuk, demam, dan sesak napas sebagaigejala infeksi virus Corona bisa dilihat dari beberapa kondisi ini: batuk, demam, dan sesak napas. Dalam perjalanan selanjutnya, ketika Covid-19 mulai mewabah, muncul gejala baru, yaitu kehilangan indra penciuman dan ruam pada jari tangan. Kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut gejala baru infeksi virus Corona.

Gejala baru itu adalah kesulitan berbicara. WHO bahkan mengatakan bahwa gejala baru ini adalah gejala yang serius. Apalagi jika disertai dengan kesulitan untuk bergerak.

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

“Kebanyakan orang yang terinfeksi virus Corona akan mengalami penyakit pernapasan ringan sampai sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Gejala serius: sulit bernapas atau sesak napas disertai dengan nyeri dada, kehilangan kemampuan berbicara dan bergerak,” jelas pakar WHO seperti dikutip dari Mirror.

Gejala serius ini sekaligus menjadi tanda seperti kondisi psikologis yang dialami pasien Covid-19. Menurut para peneliti di Orygen dan La Trobe University, Melbourne, Australia, virus Corona menyebabkan episode psikotik pada beberapa pasien.

Ilustrasi (Foto: Freepik)

“Covid-19 adalah pengalaman yang menegangkan bagi semua orang, terutama mereka yang mengalami masalah kesehatan mental yang kompleks,” kata Dr. Ellie Brown, penulis utama studi ini.

Tidak hanya mengalami kesulitan berbicara, pasien yang memiliki masalah mental juga dilaporkan mengalami gejala psikotik seperti halusinasi. Saat ini, gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan sudah menjadi fokus para ilmuwan untuk diatasi selama pandemi ini. Para peneliti berharap agar hasil penelitian ini akan mendorong studi lebih lanjut pada kondisi kesehatan yang lebih parah seperti psikosis.

 

 

#YUKKpakeYUKK#BelanjaOnlinePakeYUKKSaja

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry