Waspada! Ini Penyakit yang Muncul Setelah Banjir

Penyakit yang muncul setelah banjir
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (31/12) malam. Akibatnya adalah sebagian wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya terendam banjir. Bahkan beberapa wilayah masih terendam banjir hingga beberapa hari kemudian.

“Menurut data BNPB, dampak bencana banjir dan longsor mencapai 293 kelurahan dan 74 kecamatan. Jumlah pengungsi Jabodetabek, yaitu 35.502 dengan korban meninggal sebanyak 67 orang. Banjir juga menyebabkan kerusakan fasilitas sosial, fasilitas umum, dan perumahan penduduk,” kata Muhadjir Effendy, Menko PMK, di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/1), seperti dilansir detik.com.

Tidak hanya menyebabkan kerusakan material, banjir juga meningkatkan risiko penularan penyakit.

“Banjir yang melanda wilayah Jabodetabek selama dua hari ke belakang tak hanya menyebabkan kerusakan secara material, tapi masyarakat juga perlu waspada pada penyakit yang akan timbul pascabanjir,” kata Moh. Adib Khumaidi, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), dalam keterangan resminya, Kamis (2/1) lalu.

Beberapa ini ada beberapa penyakit yang berpotensi muncul setelah banjir:

Leptospirosis

Penyakit yang muncul setelah banjir
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Disebut juga dengan istilah “kencing tikus.” Leptospirosis disebabkan oleh air banjir yang bercampur dengan kotoran tikus atau hewan-hewan lainnya yang ikut terbawa arus. Gejalanya adalah tubuh menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah, mual, muntah, dan timbul ruam pada kulit.

Diare dan demam tifoid

Penyakit yang muncul setelah banjir
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Jika kamu mengonsumi makanan dan minuman yang terkontaminasi air kotor, sangat besar kemungkinan kamu akan mengalami diare dan demam tifoid.

Demam berdarah dengue (DBD)

Penyakit yang muncul setelah banjir
Ilustrasi (Foto: Sun Life Assurance)

Ini adalah penyakit yang biasanya muncul pada musim hujan. Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini bersarang di genangan air.

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

Penyakit yang muncul setelah banjir
Ilustrasi (Foto: parenting.firstcry)

ISPA disebabkan oleh udara dingin yang bercampur dengan air beraroma kotor. Penderita, pada umumnya, akan mengalami batuk, bersin, dan demam. ISPA juga mudah menular pada orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Asam lambung

Penyakit yang muncul setelah banjir
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ketika banjir mulai mengepung sebuah kompleks pemukiman, warga pemukiman itu jarang atau bahkan tidak bisa mengonsumsi makanan bergizi karena terputusnya akses dan kesempatan. Tidak sedikit orang yang kemudian makan tidak tepat pada waktunya. Hal inilah yang memicu munculnya asam lambung.

Flu dan demam

Penyakit yang muncul setelah banjir
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Biasanya kedua penyakit ini muncul pada musim hujan. Paparan air dan udara dingin dalam waktu lama membuat kedua penyakit tersebut berkembang.

Infeksi kulit

Penyakit yang muncul setelah banjir
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Infeksi terjadi karena paparan secara langsung permukaan kulit dengan air yang terkontaminasi bakteri. Pada umumnya, infeksi menular melalui luka terbuka pada permukaan kulit.

 

#YUKKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry