Waspada! Ada Teknik Manipulasi di Balik Tren Media Sosial

Waspada! Ada Teknik Manipulasi di Balik Tren Media Sosial
Ilustrasi (Foto: Crello)

Seorang pengguna media sosial mengaku baru saja ditipu. Dia kehilangan uang puluhan juta rupiah. Dia mentransfer uang kepada penipu yang diduganya adalah keluarganya hanya karena dia dipanggil dengan nama panggilan masa kecilnya.

Ternyata dia baru saja mengikuti sebuah challenge diInstagram. Challenge ini menantang pengguna untuk berbagi variasi nama panggilan, termasuk dari orang terdekat seperti pasangan dan keluarga. Sekilas tantangan ini memang mengasyikkan, sehingga banyak orang tergoda. Belakangan barulah disadari bahwa challenge ini sangat berbahaya, khususnya berkaitan dengan kerahasian data pribadi.

Waspada! Ada Teknik Manipulasi di Balik Tren Media Sosial
Ilustrasi (Foto: Crello)

Tren media sosial ini adalah salah satu modus untuk menjebak orang membagikan data pribadi yang seharusnya adalah rahasia. Modus ini, menurut Safenet, organisasi yang fokus pada perjuangan hak-hak digital di Asia Tenggara, dinamakan social engineering atau rekayasa sosial. Ini adalah teknik manipulasi psikologi agar individu atau grup mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu seperti data pribadi secara sukarela meskipun berisiko merugikan.

Praktik ini biasa terjadi dengan mempertimbangkan kondisi seseorang yang tidak sadar secara penuh. Misalnya, sedang mengantuk, capek, emosi berlebihan seperti marah atau panic, dan tidak paham konsekuensinya.

Waspada! Ada Teknik Manipulasi di Balik Tren Media Sosial
Ilustrasi (Foto: Crello)

“Seperti mengikuti tantangan atau ajakan di media sosial yang terdengar sepele dan tidak berbahaya,” demikian dikutip dari akun Instagram @safenetvoice.

Rekayasa sosial ini dilakukan sebagai salah satu cara profiling, yaitu mengumpulkan data pribadi seseorang. Dipraktikkan lewat berbagai challenge melalui media sosial. Misalnya, challenge atau game yang mengundang orang memasukkan tanggal lahir, lokasi tempat tinggal, atau tanda tangan. Data-data itu kemudian digunakan untuk melakukan banyak kejahatan. Mulai dari penipuan hingga pembobolan akun rekening bank.

 

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry