Warning! Indonesia Bakal Menghadapi Gelombang Omicron

Warning! Indonesia Bakal Menghadapi Gelombang Omicron
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Hingga Senin (10/1) lalu, jumlah total kasus varian Omicron mencapai 454 kasus. Tentu ini bukanlah kabar gembira sekalipun memang, sejauh ini, belum ada kasus kematian karena varian ini.

Melihat terus bertambahnya jumlah kasus, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron.

“Memang kenaikan transmisi Omicron akan jauh lebih tinggi daripada Delta, tetapi yang dirawat akan lebih sedikit. Sehingga strategi Kemenkes RI akan digeser. Yang tadinya ke rumah sakit, kini, fokusnya ke rumah, sehingga tidak banyak orang yang ke rumah sakit,” kata Budi dalam konferensi pers, Senin (10/1), seperti dikutip YUKK dari detikcom.

Warning! Indonesia Bakal Menghadapi Gelombang Omicron
(Foto: AFP)

Masyarakat diimbau untuk tidak panik. Protokol kesehatan harus dijalani dengan ketat.

“Kembali lagi, kita akan menghadapi gelombang dari Omicron ini. Tidak usah panik. Kita sudah mempersiapkan diri dengan baik. Dan pengalaman menunjukkan walaupun naiknya cepat, gelombang Omicron ini juga turunnya cepat. Yang penting jaga prokes, disiplin surveilence-nya dan percepat vaksinasi rekan-rekan kita yang belum mendapatkan vaksinasi,” ungkapnya.

Menurut peneliti pandemi sekaligus epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman,Indonesia diprediksi akan mengalami gelombang ketiga pada Februari atau Maret tahun ini.

Warning! Indonesia Bakal Menghadapi Gelombang Omicron
(Foto: ANTARA FOTO)

“Prediksinya adalah Februari atau akhir Februari-Maret,” katanya seperti dikutip dari kompas.com.

 Ada beberapa alasan mengapa Indonesia bisa dihantam gelombang Omicron. Salah satunya adalah melemahnya antibodi.

“Dari sisi program vaksinasi kita yang rata-rata yang dimulai Januari lalu, termasuk gelombang Delta yang membuat sebagian besar penduduk terinfeksi dan memiliki antobodi dan imunitas, termasuk divaksinasi, Februari-Maret itu adalah dimana proteksinya cenderung berpotensi menurun, sebagian besar, sehingga rawan,” jelasnya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry