Warga Tak Peduli Imbauan, Inggris Putuskan Lockdown 3 Pekan

News | 24 March 2020
Inggris lockdown 3 pekan
Kasus Covid-19 di Inggris terus bertambah (Foto: Getty Images)

Jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia terus bertambah. Hingga Selasa (24/3) ini, berdasarkan data real-timedari John Hopkins University, jumlah total kasus mencapai 378.287 kasus. Dari jumlah itu, 16.497 pasien meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 26,69% atau 100.958 orang dinyatakan sembuh.

Di Inggris, angka kasus terus bertambah. Hingga Selasa (24/3) pagi, jumlah kasus telah mencapai 6.276 kasus. Dari jumlah itu, 336 orang meninggal dunia dan 140 pasien sembuh.

Beberapa waktu lalu, dalam usaha untuk menekan penyebaran virus Corona, pemerintah Inggris mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan physical distancing (sebelumnya digunakan istilah social distancing, red). Masyarakat diminta untuk tidak keluar dari rumah dan bepergian. Selalu menjaga jarak dengan siapa pun.

Inggris lockdown 3 pekan
Warga London masih mengabaikan anjuran untuk melakukan physical distancing (Foto: Getty Images)

Rupanya imbauan itu tidak diindahkan masyarakat Inggris. Bukannya diam di rumah dan menjaga jarak, mereka justru berkumpul di ruangan terbuka. Pada akhir pekan lalu, misalnya, mereka bersantai di taman kota karena saat ini adalah musim semi.

Sikap masyarakat itu membuat pemerintah geram. Pemerintah langsung memutuskan untuk melakukan pembatasan akses total (lockdown) selama 3 pekan. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, memerintahkan seluruh masyarakat Inggris untuk sementara tidak bepergian jika tidak punya urusan mendesak. Masyarakat juga dilarang untuk berkumpul lebih dari dua orang.

“Tinggal di rumah. Mulai (Senin) malam ini, saya harus memberikan penduduk Inggris perintah yang sangat sederhana. kalian harus tetap tinggal di rumah,” katanya seperti dilansir AFP, Selasa (24/3).

Inggris lockdown 3 pekan
Masih banyak warga Inggris yang tidak menganggap serius wabah Covid-19 (Foto: PA)

Selama lockdown ini, masyarakat masih diperbolehkan keluar dari rumah untuk belanja, berobat, berolahraga, dan bekerja. Namun, pemerintah memerintahkan seluruh pertokoan sampai perpustakaan sementara ditutup, termasuk tempat ibadah.Pemerintah juga melarang penyelenggaraan resepsi pernikahan, upacara pembaptisan, hingga pemakaman.

“Jika kalian tidak menaati aturan, maka polisi akan bertindak, termasuk melakukan hukuman denda dan membubarkan perkumpulan,” tegasnya.

Virus corona, sambungnya, adalah ancaman besar bagi Inggris selama beberapa dasawarsa. Jika penularan terus terjadi dan jumlah pasien bertambah, maka Badan Kesehatan Nasional (NHS) tidak bakal sanggup lagi untuk menanganinya.

Inggris lockdown 3 pekan
PM Inggris, Boris Johnson (Foto: Tolga AKMEN/AFP)

“Saya mendesak kalian karena situasi darurat nasional untuk tetap berada di rumah. Lindungi NHS dan selamatkan nyawa,” katanya.

Kebijakan ini akan dievaluasi setelah tiga pekan. Jika ternyata kebijakan ini efektif menekan jumlah kasus infeksi baru, maka pemerintah akan memberi sedikit kelonggaran.

“Namun, saat ini, tidak ada pilihan yang mudah. Jalan ke depan sangat berat dan saat ini masih ada nyawa yang belum berhasil kami selamatkan,” ungkapnya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry