Terungkap! Inilah Sosok Bapak di Gambar “Keluarga Khong Guan”

News | 5 June 2021
Terungkap! Inilah Sosok Bapak di Gambar “Keluarga Khong Guan”
Khong Guan karya Bernadus Prasodjo (Foto: Kompas)

Siapa yang tidak tahu biskuit Khong Guan dalam kemasan kaleng merah itu? Biskuit itu adalah kudapan yang sudah sangat terkenal di tanah air. Bahkan disebut “biskuit legendaris” lantaran saking lamanya beredar di pasaran di Indonesia.

Khong Guan didirikanoleh kakak beradik Chew Choo Keng dan Chew Choo Han. Keduanya berasal dari Fujian, China, dan menetap di Singapura. Pada awalnya, demi menghidupi keluarga, mereka bekerja di sebuah pabrik biskuit lokal.

Ketika Jepang menginvasi Singapura, kakak beradik itu pergi ke Perak, Malaysia. Di sana, mereka membuat biskuit yang ternyata cukup laku ketika itu. Setelah Singapura bebas dari Jepang, mereka kembali ke Singapura dan mulai membuat biskuit lagi.

Terungkap! Inilah Sosok Bapak di Gambar “Keluarga Khong Guan”
Pendiri Khong Guan (Foto: tangkapan layar)

Pada 1947, Keng dan Han mendirikan Khong Guan Biscuit Factory (Singapore) Limited. Perusahaan ini berkembang pesat. Beberapa cabangnya didirikan di sejumlah negara di Asia seperti di Tiongkok, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia.

Di Indonesia, gambar pada kaleng biskuit itu cukup menarik: seorang ibu dengan dua orang anaknya tengah makan biskuit. Ternyata itu adalah hasil lukisan Bernardus Prasodjo. Dia mengaku mendapat pesanan untuk melukis kemasan kaleng itu pada 1971. Dan dia melakukannya dalam beberapa tahap.

“Kita sketch dulu. Kira-kira seperti ini, mau enggak? Sampai sudah setuju kira-kira komposisinya seperti itu, baru kita lukis,” katanya seperti dikutip YUKK dari kompas.com.

Terungkap! Inilah Sosok Bapak di Gambar “Keluarga Khong Guan”
Pabrik Khong Guan pertama di Singapura (Foto: Strait Times)

Gambar itu selanjutnya dikenal sebagai “Keluarga Khong Guan”. Dan ternyata keluarga ini selalu menarik perhatian orang. Bahkan sampai dibikin meme. Siapa bapaknya? Di mana si bapak berada ketika ibu dan kedua anaknya sedang makan biskuit?

Dalam sebuah video yang diunggah Antara News melalui YouTube, Bernardus mengatakan bahwa dia tidak tahu persis mengapa tidak ada sosok ayah di dalam gambar kaleng biskuit Khong Guan itu. Yang dia tahu adalah sosok ibu harus lebih ditonjolkan.

“Jadi, yang penting, ada ibunya di situ karena yang belanja ibunya, kok,” katanya.

Terungkap! Inilah Sosok Bapak di Gambar “Keluarga Khong Guan”
Bernardus Prasodjo (Foto: Warta Kota)

Setelah cukup lama menjadi bahan pertanyaan, sebuah cuitan dari akun Twitter @JukiHoki memberikan titik terang.

“Yang penasaran bapaknya di mana. Ternyata kaleng Khong Guan itu gambar aslinya digambar Harry Wingfield, buat buku anak gitu sekitar 1959. Aslinya makan roti,” tulis @JukiHoki (3/6).

@JukiHoki juga menyertakan informasi dari Antara mengenai hal ini dan kaitannya dengan gambar Bernardus. Terungkap bahwa Bernardus diminta meniru desain gambar keluarga itu.

Terungkap! Inilah Sosok Bapak di Gambar “Keluarga Khong Guan”
Gambar asli (Foto; Ladybird Fly Away Home)

“Saya dikasih contoh guntingan majalah lusuh begitu. ‘Nanti diganti di sini, ini miringnya begini’,” kata lelaki kelahiran Salatiga ini ternyata tidak pernah bertemu secara langsung dengan pihak Khong Guan.

Buku yang dimaksud adalah buku anak-anak di Inggris terbitan Ladybird. Hal ini dijelaskan secara rinci oleh Helen, sosok di balik situs Ladybird Fly Away Home, yang menjadi kurator buku-buku keluaran Ladybird. Pada 2 September 2020, diamenulis artikel berjudul “The Strange Tale of the Missing Father of Khong Guan”. Fokusnya adalah gambar keluarga di kaleng biskuit Khong Guan.

Menurut Helen, gambar keluarga di kaleng biskuit Khong Guan adalah “copy” dari ilustrasi sebuah buku Ladybird yang terkenal. Ilustratornya adalah Harry Wingfield. Ilustrasi itu dibuatnya pada 1959.

Terungkap! Inilah Sosok Bapak di Gambar “Keluarga Khong Guan”
 (Foto: Ladybird Fly Away Home)

Di dalam buku itu diceritakan bahwa keluarga itu sedang menikmati afternoon tea pada pukul 4 sore. Ketika itu, hanya ada sang ibu, seorang anak laki-laki, dan seorang anak perempuan. Mereka menikmati teh dengan kudapan berupa sandwich.

Baru pada pukul 6 sore, sang ayah pulang. Gambar dalam buku memperlihatkan bagaimana ibu dan kedua anaknya itu menyambut si kepala keluarga dengan gembira.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry