Tahukah Kamu Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika (2)?

Perbedaan kopi robusta dan kopi arabika
Ilustrasi (Foto: strictlycoffee.co.za)

Di Indonesia, kopi arabika dan robusta dibudidayakan dalam jumlah yang besar. Bahkan beberapa di antaranya mendunia. Dari Aceh, yang paling dikenal adalah kopi arabika Gayo. Dari Bali, ada kopi arabika Kintamani. Kopi ini sangat disukai orang Jepang dan Eropa. Dan dari Flores ada kopi arabika Bajawa. Amerika adalah pasar kopi ini. Sementara Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin adalah pasar menarik dari kopi robusta Temanggung.

Kedua spesies kopi itu punya perbedaan yang mencolok. Mulai dari perbedaan bentuk hingga perbedaan jenis kandungan. Berikut ini ada ada beberapa perbedaan kopi robusta dan arabika yang harus kamu ketahui:

Cara penyajian

Perbedaan kopi robusta dan kopi arabika
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Kopi arabika memiliki rasa yang kuat dan manis sekalipun tanpa tambahan gula apa pun. Oleh karena itu, kopi ini lebih cocok disajikan tanpa gula, agar orang dapat menikmati rasa asli kopi. Sedangkan kopi lebih cocok untuk dijadikan bahan campuran espresso karena rasanya lebih pahit.

Ukuran tanaman

Perbedaan kopi robusta dan kopi arabika
(Foto: ruangtani.com)

Perbedaan lainnya terletak pada ukuran tanaman. Kopi robusta 2 kali lebih tinggi daripada kopi arabika. Bahkan hingga mencapai 5 m. Ukuran daunnya pun lebih besar. Sedangkan kopi robusta hanya setinggi 2,5 –5 m.

Kandungan asam klorogenik

Perbedaan kopi robusta dan kopi arabika
(Foto: berrykitchen.com)

Asam klorogenik memiliki rasa yang pahit. Kandungan inilah yang menjaga tanaman dari serangan hama. Dan kandungan ini lebih banyak terdapat dalam kopi robusta. Kira-kira 7—10%. Sedangkan kopi arabika hanya mengandung asam klorogenik sebesar 5,5 – 8% saja.

Daerah Tanam

Perbedaan kopi robusta dan kopi arabika
(Foto: Istimewa)

Kopi arabika hanya dapat tumbuh di lingkungan yang lembab, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Kopi ini akan tumbuh subur jika ditanam di dataran yang lebih tinggi, yaitu sekitar 700—1.700 mdpl. Negara-negara yang memproduksi jenis kopi ini adalah Brasil, Meksiko, Kosta Rika, Ekuador, Kolombia, Etiopia, Burundi, Rwanda dan masih banyak lagi. Sementara robusta hanya dapat tumbuh pada ketinggian 400—700 mpdl. Negara-negara yang memproduksi kopi ini adalah Vietnam, Brazil, Indonesia, India, Uganda, Malaysia, Madagaskar, dan lainnya.

Kemudahan budidaya

Perbedaan kopi robusta dan kopi arabika
(Foto: detik.com)

Kopi robusta lebih mudah dibudidayakan daripada kopi arabika. Kopi ini mampu bertahan pada cuaca yang panas sekali pun. Lebih kebal dari hama dan penyakit karena kandungan asam klorogeniknya lebih tinggi. Sementara kopi arabika hanya dapat tumbuh di lingkungan lembap dan tidak mampu bertahan pada perubahan cuaca yang cukup ekstrem.

Harga biji kopi

Perbedaan kopi robusta dan kopi arabika
(Foto: Istimewa)

Kopi robusta memang lebih mudah dibudidayakan. Namun, harga kopi arabika lebih mahal. Mengapa? Karena kopi itu sulit dibudidayakan. Dalam setahun, petani hanya memanen sedikit biji kopi arabika.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry