Susu Kental Manis Tidak Boleh Diseduh dan Diminum Secara Langsung

Susu Kental Manis Tidak Boleh Diseduh dan Diminum Secara Langsung
SKM (Foto: Getty Images)

Masih sering minum susu kental manis (SKM)? Jika ya, segera hentikan kebiasaan itu. BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sudah melarang SKM diseduh atau diminum langsung sebagaimana susu pada umumnya.

Fakta menunjukkan bahwa banyak masyarakat masih melakukan kebiasaan yang salah ini. Mereka menyeduh SKM. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai sumber gizi.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang, menegaskan bahwa SKM tidak bisa digunakan untuk menggantikan ASI, tidak cocok untuk bayi sampai 12 bulan, dan tidak dapat dipergunakan sebagai satu-satunya sumber gizi. SKM hanya bisa digunakan sebagai topping.

Susu Kental Manis Tidak Boleh Diseduh dan Diminum Secara Langsung
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

“Sudah ada peringatannya. Masyarakat yang memang berisiko terhadap kandungan gulanya seharusnya perlu mengoreksi diri,” katanya seperti dikutip dari Antara.

BPOM telah mengeluarkan surat edaran yang memperketat aturan tentang label dan iklan pada prosuk susu kental dan analognya. Merujuk pada Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, susu kental manis tidak untuk menggantikan air susu ibu dan tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan. Hal itu ditegaskan dalam pasal 54 yang mengatur terkait label produk susu kental dan analognya.

Pada Label produk susu kental dan analognya wajib dicantumkan peringatan berupa tulisan “Perhatikan!, tulisan “Tidak untuk menggantikan Air Susu Ibu”, tulisan “Tidak Cocok untuk Bayi sampai usia 12 bulan”, dan tulisan “Tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi”.

Risiko diabetes
Dikutip YUKK dari kompas.com, susu kental manis (SKM) bukanlah susu, melainkan minuman yang terbuat dari gula dan susu. Kadar gulanya tinggi. Dengan demikian, mengonsumsi SKM secara berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak.

Susu Kental Manis Tidak Boleh Diseduh dan Diminum Secara Langsung
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SKM, kata ahli, memang dapat dijadikan sumber energi. Namun, sangat tidak baik jika energi anak bersumber pada gula. Meskipun tubuh mempunyai batas toleransi tertentu, konsumsi gula lebih dari 10% energi total berisiko menurunkan sensitivitas insulin.

Efeknya adalah terjadi hiperglikemia atau kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal dan memicu risiko diabetes. Selain menyebabkan diabetes dan obesitas, asupan gula berlebih akan merusak gigi anak-anak. Dalam piramida gizi seimbang, gula diperbolehkan untuk anak sebanyak 1—2 sendok makan atau setara dengan 26 g.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry