Strategi Mengasah Daya Ingat

meningkatkan daya ingat
(Foto: mictransformer.com)

Dari waktu ke waktu, daya ingat akan menurun. Kemampuan untuk mengingat semua informasi akan berkurang seiring semakin bertambahnya usia. Namun, berkurangnya kemampuan daya ingat ini pun bisa terjadi pada usia muda. Dalam dunia medis, gejala ini biasanya disebut Short Term Memory Lost atau Short Term Memory Syndrome (SMS). Dan hal ini terjadi karena beberapa faktor, antara lain, beban kerja yang tinggi, terganggunya peredaran darah ke otak, dan trauma.

Masalah menurunnya daya ingat ini bisa diatasi dengan pola hidup yang sehat: mengonsumsi makanan yang bergizi, berolahraga yang teratur, dan beristirahat yang cukup. Berikut ini beberapa strategi mengasah daya ingat.

Olahraga dan Daya Ingat

Apa hubungan antara olahraga dan kemampuan mengingat informasi? Jawabannya adalah otak. Otak adalah alat untuk mengingat berbagai informasi. Supaya rangkaian informasi yang sudah direkam itu tetap bisa diingat, otak membutuhkan gisi dari tubuh. Salah satu gisi itu adalah oksigen. Jika kadar oksigen lemah atau tak lancar ke otak, daya ingat akan melemah. Apa yang harus dilakukan supaya oksigen mengalir lancar ke otak?

  • Latihan/gerakan aerobik
    senam-aerobic
    (Foto: google)

    Penelitian 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa latihan atau gerakan aerobik benar-benar menumbuhkan sel-sel otak yang baru (neuron) dalam hippocampus. Hippocampus adalah salah satu bagian otak yang bertanggung jawab terhadap ingatan. Oleh karena itu, lakukan gerakan atau latihan aerobik setiap hari. Jika benar-benar tak sempat setiap hari, sekurang-kurangnya Anda melakukannya 3 hari dalam seminggu selama 20 menit.

  • Lari atau berjalan kaki
    Lari paggi
    (Foto: blibli.com)

    Anda mesti meluangkan waktu untuk berlari dan berjalan kaki. Kata seorang ahli fitness yang telah berjalan kaki sejauh 70.000 mil, Robert Sweetgall, berjalan kaki, sekalipun hanya 15 menit, dapat membantu orang untuk fokus. Itu karena otak mendapat asupan oksigen yang lancar.  Oleh karena itu, luangkan waktu Anda untuk berlari pagi atau berjalan kaki, sekurang-kurangnya 15—30 menit setiap hari.

Tidur dan Daya Ingat

Jangan berpikir bahwa dengan mengurangi waktu tidur karena mesti belajar dan berusaha menghapal materi, informasi atau apa pun, daya ingat Anda akan kuat atau tajam. Itu anggapan yang keliru. Justru karena kurang tidurlah, ingatan dan daya ingat Anda melemah. Mengapa? Karena waktu Anda tidur, otak Anda mengikir, menyusun dan menyimpan semua informasi yang Anda peroleh selama hari itu. Howard Nusbaum, seorang peneliti masalah tidur dari University of Chicago, menulis dalam majalah Psychology Today, “Sleep might strengthen relevant associations and weaken associations, improving access to memories.”

  • Tidur Lebih Banyak
    tidur lebih banyak
    (Foto: health.liputan6.com)

    Sekurang-kurangnya Anda bisa tidur 7—8 jam sehari. Hilangkan kebiasaan bergadang. Anda juga perlu tidur siang. Ingat, tidur siang itu tidak hanya penting untuk anak kecil, tetapi juga orang dewasa. Kalau ternyata Anda tak bisa tidur siang, sekurang-kurangnya 20 menit, karena pekerjaan, percepatlah tidur malam Anda.

  • Tidur Lebih Baik
    tidur yang baik
    Ilustrasi (Foto: intanblog.com)

    Ini soal kualitas tidur. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jika Anda gelisah sepanjang malam, itu bisa merusak cara kerja otak Anda. Jika Anda minum lebih dari dua gelas kopi atau minuman bersoda, tidur Anda bisa terganggu. Itu karena otak Anda bekerja ekstra keras. Selain itu, matikan lampu. Penelitian menunjukkan bahwa otak akan bereaksi terhadap gelombang cahaya, sekecil apa pun itu, bahkan ketika Anda sudah tidur pulas. Jika otak Anda berpikir bahwa sekarang adalah siang hari (karena cahaya itu), ia akan bekerja layaknya siang hari. Anda bisa juga memutar atau mendengarkan musik yang lembut sebelum tidur. Musik yang lembut merangsang otak bekerja secara seimbang.

Makanan dan Daya Ingat  

Adakah hubungan antara apa yang Anda konsumsi dengan daya ingat Anda? Tentu saja ada. Otak membutuhkan energi dan nutrisi yang tepat supaya bekerja baik. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Brain Foods
    makanan bagi otak
    (Foto; jussehat.com)

    Ada beberapa jenis makanan yang, oleh para peneliti, dianggap mampu meningkatkan fungsi kerja otak, antara lain, avokad, pisang, telur, arbei, jeruk, salmon dan sayuran hijau seperti bayam. Konsumsilah makanan ini sesering mungkin.

  • Ganti Soda dengan Air Putih
    minum air putih
    (Foto: julianfitnesssolutions.com)

    Anda suka minum minuman bersoda? Jika ya, tiba saatnya Anda ganti dengan air putih. Mengapa? Otak membutuhkan glukosa yang sewajarnya dan bukan minuman berkarbonasi. Pemanis buatan bisa mengurangi cara kerja otak. Oleh karena itu, minumlah 2 liter air setiap hari.

  • Sarapan
    menu sarapan
    (Foto: nationalgeographic.co.id)

    Jangan mengira sarapan itu tak punya hubungan dengan mekanisme kerja otak. Tubuh dan otak membutuhkan energi baru setelah berpuasa sepanjang malam. Anda disarankan untuk makan pisang atau roti dengan selai kacang. Sedapat mungkin hindari makanan yang mengandung banyak gula.

  • Snack Sore
    Buah-buahan segar
    (Foto: sunpride)

    Untuk orang-orang tertentu, tingkat gula darah bisa menurun pada sore hari. Oleh karena itu, beberapa jam setelah makan siang, Anda bisa menikmati snack seperti makanan yang mengandung protein dan buah-buahan segar. Makanan jenis ini bisa membuat tubuh dan otak Anda tetap siaga bekerja sepanjang sisa hari.

  • Makan Cokelat
    Cokelat
    (Foto: google)

    Hasil penelitian Wheeling Jesuit University di Virginia Barat menunjukkan bahwa makan cokelat hitam dapat memacu dan meningkatkan daya ingat hingga 20%. Anda bisa makan cokelat pada saat-saat tertentu seperti sebelum memberikan presentasi, mengerjakan tugas atau ujian dan hal-hal penting lain yang membutuhkan daya kerja otak.

  • Sikat Gigi
    sikat gigi
    (Foto: style.tribunnews.com)

    Ada hubungan erat antara kebersihan gigi dan daya ingat. Sebuah penelitian yang dilakukan di Unversity of California, Los Angeles, menunjukkan bahwa gigi dan gusi yang kotor menyumbat  pembuluh darah besar yang terletak di leher. Pembuluh darah ini bertugas mengirim darah ke otak. Kalau aliran darah sudah tersumbat, oksigen dan gisi pun tersumbat. Penyumbatan atau penghambatan aliran darah itu langsung berpengaruh pada bagian otak yang bertanggung jawab terhadap ingatan. Oleh karena itu, jangan lupa sikat gigi setelah makan. Biasakan sikat gigi secara rutin. #YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry