Setelah Sebut Virus Corona Hoax, Pria Ini Positif Covid-19

News | 20 May 2020
Ilustrasi (Fot:; Istimewa)

Hampir 5 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus Corona. Lebih dari 300 ribu orang di antaranya meninggal dunia. Dan para ilmuwan memprediksi bahwa penyebaran virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China, pada akhir Desember 2019 lalu itu belum akan berhenti dalam waktu dekat ini. Malahan dunia diminta untuk bersiap-siap menghadapi gelombang kedua serangan virus itu.

Dari 5 juta orang itu, lebih dari 1 juta orang adalah warga negara Amerika Serikat. Tepatnya 1.570.583 orang. Dan dari jumlah itu, sebanyak 93.533 orang di antaranya meninggal dunia. Demikian data yang dikutip YUKK dari laman Worldometers,Rabu (20/5) siang.

Meningkatnya jumlah kasus dan tingginya angka kematian karena virus itu rupanya tidak diperhatikan beberapa orang. Mereka justru menganggap bahwa virus ini adalah sebuah rekayasa. Bahkan ada yang sampai menyebutnya sebagai hoax.

Korban virus Corona di Amerika Serikat
Brian dan istrinya (Foto: Facebook)

Adalah Brian Hitchens yang berpikir demikian. Warga Florida, Amerika Serikat, ini mengatakan bahwa virus Corona adalah sebuah hoax besar.

“Saya pikir mungkin pemerintah sedang mencoba sesuatu dan sepertinya mereka mengalihkan perhatian kita ke sana,” katanya seperti dikutip YUKK dari Metro UK.

Dengan sangat yakin dia mengatakan bahwa pandemi ini tidaklah nyata. Dan bahwa “Tuhan lebih besar daripada virus ini.” Respons masyarakat terhadap virus ini, menurutnya, hanyalah sebuah histeria dan berlebihan. Masker dan sarung tangan saja sudah cukup untuk menghadapi virus ini.

“Saya bangun pada pagi hari dan berdoa, percaya pada Tuhan untuk perlindungan-Nya dan saya akan membiarkannya (virus) begitu saja,” katanya.

Korban virus Corona di Amerika Serikat
Brian tidak memakai masker (Foto: Facebook)

Tidak lama setelah itu, ia dan istrinya dirawat di Palm Beach Garden Medical Center. Keduanya positif terinfeksi virus Corona. Bahkan istrinya harus dibantu dengan alat ventilator.

Kini, melalui akun Facebook-nya, ia mendesak semua orang untuk menanggapi pandemi ini sebagai hal yang serius.

“Ini bukan taktik untuk menakut-nakuti siapa pun. Ini juga tidak dibuat-buat. Ini adalah virus sungguhan yang berbahaya dan harus dianggap serius,” tulisnya.

Sebetulnya Brian bukanlah orang pertama yang menjadi korban setelah sempat mengolok-olok virus ini. Pada Maret lalu, John W. McDaniel sudah melakukannya. Warga Marion County, Ohio, ini menganggap bahwa virus Corona adalah sebuah hoax yang sengaja diciptakan untuk meresahkan orang.

Korban virus Corona di Amerika Serikat
Brian dirawat di rumah sakit (Foto: nbcchicago.com)

Semuanya berubah pada akhir Maret. Dia terinfeksi virus yang sempat diolok-oloknya itu. Dan pada pertengahan April lalu, dia meninggal dunia.

Pandemi ini bukanlah tidak nyata. Virus ini bukanlah omong kosong. Jadi, tetaplah jaga kesehatan. Rajin cuci tangan dan jaga jarak minimal 1 m dengan orang lain.

 

 

#YUKKpakeYUKK#BelanjaOnlinePakeYUKKSaja

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry