Segmen Paling Pedih Seorang Dokter: Menulis Surat Kematian Pasien Covid-19

News | 14 September 2020
Segmen Paling Pedih Seorang Dokter: Menulis Surat Kematian Pasien Covid-19
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bertambah lebih dari 3.000 kasus dalam sehari belakangan ini. Minggu (13/9) lalu, pemerintah mengonfirmasi penambahan kasus sebanyak 3.636 kasus. Dengan demikian, jumlah total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 218.382 kasus.

Dari jumlah total itu, sebanyak 155.010 orang sembuh. Ada penambahan 2.552 orang pasien yang sembuh pada Minggu (13/9) lalu. Sementara itu, yang meninggal dunia bertambah 73 orang menjadi 8.723 orang.

Para tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam “perang” melawan Covid-19 ini. Mereka berjibaku tanpa henti untuk merawat pasien. Mulai dari pasien masuk rumah sakit hingga pasien keluar dari rumah sakit, baik karena sembuh maupun karena meninggal dunia.

Segmen Paling Pedih Seorang Dokter: Menulis Surat Kematian Pasien Covid-19
Ilustrasi (Foto: Reuters)

Salah satu dokter yang menjadi garda depan melawan wabah ini adalah dr. Gia Pratama. Dokter yang bertugas sebagai Satgas Covid-19 di Rumah Sakit Prikasih, Jakarta Selatan, ini membagikan salah satu kisah pilunya selama menangani pasien Covid-19.

“Segmen paling pedih kalau di rumah sakit dan terus berulang itu, ya, ini, nulislaporan kematian,” tulis dr. Gia melalui akun Instagram-nya, Sabtu (12/9) lalu.

Laporan kematian itu ditulis secara rinci: menit per menit. Dalam foto yang diunggahnya itu, terlihat jelas secarik kertas “laporan kematian” tentang seorang pasien Covid-19. Pasien itu mulai dirawat di rumah sakit tanggal 9 September. Dia meninggal dunia pada tanggal 12 September karena henti napas.

Segmen Paling Pedih Seorang Dokter: Menulis Surat Kematian Pasien Covid-19
Laporan kematian (Foto: Instagram/@giapratamamd)

“Menulis ulang menit per menit kejadian sampai pasien meninggal,” tambahnya.

Saat ini, seperti dikutip dari detikcom, dr. Gia semakin sering menulis laporan kematian pasien Covid-19. Itu berarti bahwa jumlah kasus kematian terus bertambah dari hari ke hari.

“Dari Maret, ya, sudah banyak. Hanya makin ke sini, makin sering. Hampir sehari sekali,” katanya, Senin (14/9).

Segmen Paling Pedih Seorang Dokter: Menulis Surat Kematian Pasien Covid-19
Surat dari keluarga pasien (Foto: Instagram/@giapratamamd)

Sama seperti para tenaga medis lainnya, dia juga prihatin melihat masih banyaknya masyarakat yang tidak mengindahkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

“Jangan meremehkan penyakit ini. Kita yang muda mungkin bisa sembuh, tapi kita bisa menularkan kepada orang tua yang kita sayangi dan mereka belum tentu bisa sembuh,” nasihatnya.

 

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry