Rambut Rontok Menjadi Gejala Baru Pasien “Long Covid”

Rambut Rontok Menjadi Gejala Baru Pasien “Long Covid”
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Semakin banyak orang yang terinfeksi virus Corona. Secara global, hingga Jumat (26/2) sore, sudah 113.550.915 orang yang terinfeksi virus Corona. Demikian data yang dikutip YUKK dari Worldometer.

Dari jumlah itu, tidak sedikit orang yang terinfeksi virus Corona dan mengalami gejala yang berkepanjangan. Ini yang disebut long Covid. Bahkan gejala itu masih muncul setelah orang itu sembuh.

Rambut Rontok Menjadi Gejala Baru Pasien “Long Covid”
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Dikutip dari Times of India, National Institute for Health and Care Excellence (NICE), gejala long Covid, pada umumnya, terjadi selama 12 minggu. Namun, menurut sejumlah penelitian lain, gejala ini bisa disebut sebagai long Covid jika sudah terjadi selama minimal 8 minggu.

Berdasarkan penelitian The Lancet, seperempat pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh mengeluh mengalami rambut rontok. Dalam penelitian yang dilakukan di Wuhan, China, terhadap 1.655 pasien Covid-19 itu, sebanyak 357 orang pernah mengalami kerontokan rambut 6 bulan setelah dipulangkan dari tempat perawatan. Kebanyakan masalah ini dikeluhkan oleh perempuan.

Rambut Rontok Menjadi Gejala Baru Pasien “Long Covid”
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Selain rambut rontok, gejala long Covid lainnya adalah rasa lelah berlebihan, kesulitan tidur, kecemasan, dan depresi.

“Pasien yang mengalami gejala parah selama perawatan di rumah sakit mengalami gangguan kapasitas difusi paru dan masalah pada dada. Merekalah yang akan diberikan penanganan untuk pemulihan jangka panjang,” terang peneliti.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry