Pria Ini Mendengkur Keras ketika Tidur; Ternyata Ada Tumor Otak

Pria Ini Mendengkur Keras ketika Tidur; Ternyata Ada Tumor Otak
Michael Mackay (Foto: SWNS via The Sun)

Orang mendengkur ketika tidur karena terlalu lelah. Begitu kata banyak orang. Karena anggapan itu, banyak orang tidak terlalu peduli ketika ada orang yang mendengkur keras. Padahal mendengkur bisa jadi merupakan tanda dari masalah kesehatan yang serius.

Persis seperti yang dialami Michael Mackay dari Thurso, Skotlandia. Lelaki berusia 52 tahun itu meninggal dunia setelah mendengkur keras saat tidur. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa dia mengidap tumor otak yang parah.

Selain mendengkur keras, seperti dikutip YUKK dari The Sun, Michael tidak menunjukkan gejala apa-apa. Dia dan istrinya, Trish, sempat bolak-balik rumah sakit untuk mengetahui mengapa dia bisa mendengkur keras ketika tidur.

Pria Ini Mendengkur Keras ketika Tidur; Ternyata Ada Tumor Otak
Michael dan Trish (Foto: SWNS via The Sun)

Semuanya berawal dari Minggu pagi. Ketika itu, Trish tidur di lantai bawah dan Michael tidur di lantai atas. Dari lantai bawah, dia mendengar dengkuran keras Michael.

“Aku mengambil ponselku dan naik untuk merekamnya. Ketika mendekat, aku baru menyadari dia kejang-kejang. Saya langsung menelepon ambulans. Saat petugas medis tiba, mereka mengira Michael mengalami serangan jantung,” cerita Trish.

Ketika tiba di Caithness General Hospital di Wick, Michael justru terlihat baik-baik saja. Melihat Michael seperti itu, Trish merasa lega. Setelah menjalani CT scan, Michael dan Trish pulang. Namun, beberapa saat sebelum pulang, dokter datang dan meminta mereka untuk menunggu sebentar.

Pria Ini Mendengkur Keras ketika Tidur; Ternyata Ada Tumor Otak
Michael bersama putranya, Mark, dan putrinya, Leanne (Foto: SWNS via The Sun)

“Saat kami akan pergi, dokter kembali meminta kami untuk tetap berada di rumah sakit karena tim dokter di RS Raigmore, di Inverness, menemukan sesuatu pada hasil CT scan,” sambung Trish.

Hasil CT scan menunjukkan adanya tumor otak. Dokter menemukan tumor ini untuk pertama kalinya pada 16 Agustus. Pada akhir September, Michael menemui konsultan ahli bedah saraf di Aberdeen Royal Infirmary. Pada 5 Oktober, dia menjalani biopsi otak untuk menyembuhkan tumor otaknya. Namun, tiga minggu kemudian, dokter mengatakan bahwa tumor otak itu sudah tidak bisa dioperasi lagi.

“Michael jelas putus asa, tapi entah bagaimana dia tetap kuat menerima diagnosisnya dan berhasil melewati kemo pertamanya. Ia juga sempat melihat putrinya, Leanne, bertunangan,” jelasnya.

Pria Ini Mendengkur Keras ketika Tidur; Ternyata Ada Tumor Otak
Mihcael dan Trish (Foto: SWNS via The Sun)

Pada 13 Januari, Michael kembali mengalami kejang. Lengannya gemetar dan dia kehilangan kemampuan untuk berbicara. Dia lalu dilarikan ke rumah sakit.

“Namun, saat dia mulai kemoterapi berikutnya, dia sangat sakit, lelah, dan mudah tersinggung. Rasanya seperti hidup dengan orang yang sama sekali berbeda,” kenang Trish.

Michael mulai enggan menjalani kemoterapi pada Februari. Dia merasa bahwa semua jenis pengobatan yang dijalaninya itu malah membuat kualitas hidupnya semakin memburuk. Namun, sebulan kemudian, dia meninggal dunia.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry