Penyakit Kaki Gajah Juga Bisa Terjadi di Kelamin, Lho

Penyakit kaki gajah bisa terjadi di alat kelamin
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Filariasis masih menjadi masalah serius di Indonesia. Penyakit yang disebut juga kaki gajah itu memang lebih banyak terjadi di daerah tropis. Hingga tahun 2016 lalu, menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, ditemukan 13.032 pendeita filariasis kronis di Indonesia. Tersebar di 429 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia.

Penyakit ini merupakan penyakit infeksi menahun yang disebabkan oleh cacing filaria. Cacin berbentuk seperti benang ini hidup pada sistem limfatik (kelenjar getah bening) manusia. Cacing ini akan menimbulkan kerusakan dan sumbatan. Infeksi ini kemudian diitularkan melalui gigitan nyamuk. Di Indonesia, terdapat 23 spesies nyamuk yang merupakan vektor filariasis.

Penyakit kaki gajah bisa terjadi di alat kelamin
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

“Saluran limfe ini ada juga di alat kelamin, sehingga bisa juga menimbulkan kelainan (berupa) bengkak di alat kelamin,” kata Prof. dr. Agnes Kurniawan, SpPark., PhD, ahli parasitologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Para penderita akan mengalami gejala berupa demam dan peradangan pada saluran getah bening. Lalu muncul benjolan atau pembengkakan yang biasanya terjadi di area lipatan paha atau ketiak disertai rasa nyeri dan panas. Jika sudah kronik, akan terjadi pembesaran bagian tubuh lainnya. Tidak hanya pada tangan dan kaki, tapi juga bisa pada payudara dan buah zakar.

Penyakit kaki gajah bisa terjadi di alat kelamin
(Foto: Shutterstock)

Para pasien disarankan untuk segera menjalani pengobatan sebelum penyakit ini memasuki tahap kronik. Penyakit ini bisa dicegah dan diobati dengan obatan-obatan, yaitu kombinasi DEC dan Albendazole. Selain membunuh cacing filaria, Albendazole juga dapat mematikan cacing di perut seperti cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, dan cacing cambuk.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry