Pengguna Android Wajib Waspada! Banyak Aplikasi yang Curi Data

Hapus Segera 3 Aplikasi Ini Supaya Data dan Pulsamu Tidak Dicuri
Ilustrasi (Foto: Crello)

Selain aplikasi perpesanan dan jejaring sosial, ada satu jenis aplikasi yang cukup banyak diunduh melalui Google Play Store. Aplikasi ituadalah aplikasi edit foto. Generasi milenial, yang diketahui sangat aktif dalam media sosial, kerap menggunakan aplikasi ini untuk menarik perhatian orang lain melalui jejaring media sosial.

Aplikasi untuk kebugaran dan teka-teki pun masuk dalam daftar aplikasi dengan jumlah pengunduh paling banyak di dunia adalah. Dan tentu saja aplikasi penambang kripto. Ketika pasar kripto bergeliat, sekitar 40 aplikasi penambang kripto yang diburu para pengguna Android.

Yang kemudian menjadi masalah adalah aplikasi-aplikasi itu disusupi spyware Facestealer. Lebih dari 200 aplikasi yang diketahui mendistribusikan spyware ini. The Hacker News melaporkan ada 42 aplikasi layanan VPN, 20 aplikasi kamera dan 13 aplikasi pengeditan foto.

Pengguna Android Wajib Waspada! Banyak Aplikasi yang Curi Data
Ilustrasi (Foto: Crello)

Apa bahaya dari spyware ini? Spyware ini mencuri data pengguna seperti kredensial dan informasi berharga lainnya. Termasuk mengumpulkan cookie Facebook dan informasi pengenal pribadi korban.

“Mirip dengan Joker, bagian lain dari malware seluler, Facestealer sering mengubah kodenya, jadi memunculkan banyak varian. Sejak penemuannya, spyware terus-menerus mengepung Google Play,” kata Cifer Fang, Ford Quin, dan Zhengyu Dong, analis Trend Micro, dalam sebuah laporan seperti dikutip dari The Hacker News.

Selain itu, ada 40 aplikasi penambang kripto yang disusupi spyware ini. Dilaporkan bahwa aplikasi ini menyasar pengguna yang tertarik pada kripto dengan malware yang dirancang untuk membohongi pengguna menonton iklan dan membayar layanan berlangganan. Bahkan ada yang mencoba mencuri kunci pribadi dan frase mnemonik (frase seed) untuk memulihkan akses ke dompet mata uang kripto. Salah satu aplikasi itu adalah Cryptomining Farm Your own Coin.

Waspada! Ada 11 Aplikasi yang Mencuri Data Pengguna di Indonesia
Ilustrasi (Foto: Crello)

Para peneliti dari NortonLifeLock dan Boston University menerbitkan studi perangkat terbesar dari aplikasi dengan potensi berbahaya (potentially harmfull apps/PHAs) di Android. Antara tahun 2019 dan 2020, ada 8,8 juta PHA yang di-install pada lebih dari 11,7 juta perangkat.

“PHA bertahan di Google Play rata-rata selama 77 hari dan 34 hari di pasar pihak ketiga,” ungkap studi itu.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry