Merasa Kena “Prank”, Twitter Gugat Elon Musk

Merasa Kena “Prank”, Twitter Gugat Elon Musk
Elon Musk (Foto: Getty Images)

Pada April lalu, Elon Musk mewujudkan keinginannya untuk mengakuisisi Twitter. Lelaki berusia 50 tahun itu membeli Twitter senilai US$44 miliar atau setara dengan Rp635 triliun.

“Yesss!!!” tulis bos Tesla dan SpaceX itu dalam akun Twitter-nya, @elonmusk, pada Senin (25/4) lalu.

Dalam perjalanannya, Elon ternyata mundur dari kesepakatan untuk membeli salah satu perusahaan teknologi besar itu. Dia menganggap perusahaan itu membuat pernyataan menyesatkan tentang jumlah akun palsu (bot).

“Mereka bilang saya tidak bisa membeli Twitter. Kemudian mereka tidak akan mengungkapkan info bot. Sekarang mereka ingin memaksa saya membeli Twitter di pengadilan. Sekarang mereka harus mengungkapkan info bot di pengadilan,” cuitnya.

Merasa Kena “Prank”, Twitter Gugat Elon Musk
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Twitter sendiri sebenarnya menyatakan telah secara ketat mengawasi akun-akun palsu itu. Jumlah akun palsu hanya kurang dari 5%. Namun, persentase ini diragukan Elon.

Selasa (13/7) lalu, Twitter secara resmi melayangkan gugatan kepada Elon melalui pengadilan di negara bagian Delaware, Amerika Serikat. Elon dianggap telah melanggar kontrak senilai US$44 miliar yang dia tanda tangani untuk membeli perusahaan teknologi itu. Langkah Elon disebut sebagai sebuah “model kemunafikan”.

“Perilaku Musk hanya menegaskan bahwa dia ingin melarikan diri dari kontrak mengikat yang dia tanda tangani secara bebas dan untuk merusak Twitter dalam prosesnya,” demikian bunyi gugatan seperti dikutip dari AFP, Rabu (13/7).

Merasa Kena “Prank”, Twitter Gugat Elon Musk
(Foto: Getty Images)

Dengan alasan tidak adanya ganti rugi finansial yang dapat memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan Elon, Twitter mendesak pengadilan untuk memerintahkan miliarder itu menyelesaikan kesepakatannya membeli Twitter.

“Twitter telah menderita dan akan terus menderita kerugian yang tidak dapat diperbaiki sebagai akibat dari pelanggaran para terdakwa,” demikian bunyi dokumen pengadilan.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry