Mengenal La Nina yang Menghancurkan Nusa Tenggara Timur

News | 5 April 2021
Mengenal La Nina, Badai yang Menghancurkan Nusa Tenggara Timur
Kerusakan akibat banjir bandang di Flores Timur (Foto: Istimewa)

Sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) porak-poranda karena tanah longsor dan banjir bandang. Di Flores Timur, hingga Senin (5/4) sore, sebanyak 68 orang tewas karena banjir bandang:  44 orang di Kabupaten Flores Timur, 11 orang di Kabupaten Lembata, 2 orang di Kabupaten Ende, dan 11 orang di Kabupaten Alor. Sebanyak 70 orang hilang, yaitu 26 orang di Flores Timue, 16 orang di Lembata, dan 28 orang di Alor.

Sementara itu, di beberapa wilayah lainnya di NTT, warga terpaksa mengungsi karena banjir bandang dan angin yang kencang. Kota Kupang hampir lumpuh karena banjir dan banyak pohon yang tumbang. Di daerah tertentu, jembatan ambruk dan terbawa arus sungai yang deras.

Mengenal La Nina, Badai yang Menghancurkan Nusa Tenggara Timur
Banjir bandang merusakkan rumah warga di Waiwerang Flores Timur (Foto: Istimewa)

Bencana alam ini dipicu oleh sebuah fenomena yang disebut La Nina. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memperkirakan adanya fenomena ini sejak akhir tahun lalu. La Nina diperkirakan akan menghantam Indonesia pada akhir tahun 2020 hinggal awal tahun 2021, tepatnya pada 3—9 April. BMKG bahkan telah mengeluarkan peringatan dini tentang cuaca ekstrem pada 4—6 April yang terjadi di wilayah NTT. Akan ada hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Apa sebenarnya La Nina?
La Nina adalah suatu kondisi penyimpangan suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Dikutip YUKK dari laman BMKG, indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama 6 dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati angka 0.50C. Angka itu tercatat sebagai ambang batas kategori La Nina.

Mengenal La Nina, Badai yang Menghancurkan Nusa Tenggara Timur
Badai tropis (Sumber: rakyatntt.com)

Ketika suhu permukaan laut menjadi lebih dingin daripada kondisi normalnya, dampaknya adalah terjadinya peningkatan curah hujan. Peningkatan curah hujan ini terjadi di Pasifik barat, Indonesia, sebagian Asia Tenggara, bagian utara Australia, Brasil bagian utara, dan sebagian pantai barat Amerika Serikat.

Di Indonesia, La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan hingga 40% di atas normalnya. Peningkatan curah hujan disertai petir dan angin kencang ini dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. La Nina diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari—Februari dan berakhir pada sekitar bulan Maret—April 2021.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry