Mengapa Paus yang Terdampar di Aceh Disebut Paus Sperma?

News | 17 November 2017
Mengapa paus yang terdampar di Aceh disebut paus sperma?
(Foto: REUTERS via tekno.tempo.com)

Senin (13/11) lalu, Indonesia dikejutkan oleh sebuah fenomena yang tidak biasa. Sepuluh ekor paus jenis sperma terdampar di tiga lokasi berbeda di pantai Aceh Besar. Dari 10 ekor itu, 6 di antaranya bisa diselamatkan warga. Sementara 4 ekor lainnya mati.

Dalam sekejap, peristiwa terdamparnya salah satu mamalia terbesar di dunia dan perjuangan warga untuk menyelamatkannya menjadi trending topic dunia. Peristiwa langka ini, seperti dilansir detik.com, menjadi headline sejumlah media internasional. New York Times memberi judul “A Race to Save 10 Stranded Whales”. Dalam artikel ini diceritakan bagaimana aparat dan warga berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan paus-paus itu. CNN hadir dengan artikel berjudul “Four Sperm Whales Dead off Indonesia, Despite Desperate Rescue Effort”. Reuters memaparkan usaha para relawan di Aceh untuk menyelamatkan paus-paus ini dalam artikel berjudul “Indonesian Volunteers Save Six Beached Whales.”

Mengapa paus yang terdampar di Aceh disebut paus sperma?
(Foto: AFP Photo via news.detik.com)

Apakah sebenarnya paus sperma itu? Mengapa pula paus itu diberi nama “paus sperma”? Dan mengapa salah satu mamalia terbesar di dunia itu bisa terdampar di pantai di Indonesia? Itulah beberapa pertanyaan masyarakat dalam beberapa hari belakangan ini.

Paus sperma (Physeter macrocephalus) adalah paus bergigi terbesar dari spesies cetacean yang mencakup semua spesies paus, lumba-lumba, dan ikan pari. Mamalia ini bisa tumbuh sepanjang 67 kaki atau 20 m. Mamalia ini juga tercatat sebagai mamalia dengan otak terbesar dari semua hewan di bumi.

Mengapa paus yang terdampar di Aceh disebut paus sperma?
Warga dan aparat beverja lama untuk menyelamatkan paus sperma yang terdampar di pantai (Foto; tempo.co)

Paus ini disebut “paus sperma” karena punya organ bernama spermaceti. Orang ini terletak di kepalanya. Organ ini menghasilkan zat lili putih. Para penangkap paus purba mengira bahwa zat itu adalah sperma. Itulah mengapa mereka menyebutnya “paus sperma”.

Mengapa paus yang terdampar di Aceh disebut paus sperma?
Warga dan petugas bahu-membahu menyelamatkan paus sperma yang terdampar (Foto: detik.com)

Zat putih itu disebut ambergris. Ambergris paus sperma menjadi buah bibir setelah Sukadi, nelayan asal Bengkulu, menemukan 200 kg ambergris pada awal November lalu. Dia mengaku menemukan benda berwarna putih itu mengapung ketika melaut di sekitar Pulau Enggano.

Banyak orang mengira bahwa ambergris adalah muntahan paus. Namun, yang terjadi sebenarnya adalah zat itu dikeluarkan paus melalui anus dan bukan melalui mulut. Dulu, pada era perburuan ikan paus, zat putih itu digunakan perusahaan komersial untuk membuat berbagai minyak dan produk seperti cairan transmisi, aditif minyak motor, obat-obatan, dan deterjen.

Mengapa paus yang terdampar di Aceh disebut paus sperma?
Ilustrasi ambergris (Foto: tempo.co)

Belum diketahui secara pasti mengapa paus-paus sperma itu bisa terdampar di Aceh. Sejauh ini, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab mengapa 10 ekor paus itu bisa terdampar di pantai di Aceh. Para ilmuwan menduga bahwa paus bisa terdampar di Aceh karena sedang dalam migrasi untuk mencari ikan-ikan kecil. Besar kemungkinan ikan-ikan kecil itu berada di dekat pantai. Dugaan lain adalah paus-paus itu mengalami gangguan dalam sistem navigasi mereka karena banyaknya gangguan suara di dalam air di perairan dangkal. Ketiga, paus-paus itu mengalami kelelahan dalam proses migrasi mereka.

#YUKKpakeYUKK

Baca juga : Fakta-Fakta tentang Paus Sperma yang Harus Kamu Ketahui

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry