Mengapa Atlet Sering Mengalami Serangan Jantung?

Mengapa Atlet Sering Mengalami Serangan Jantung?
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Di mata banyak orang, atlet adalah orang yang paling sehat. Mereka rutin berolahraga. Mereka menjalani pola makan yang sehat. Kapan mereka makan dan apa yang harus mereka konsumsi benar-benar diperhatikan.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah mengapa justru banyak dari mereka yang mengalami serangan jantung? Ada yang bisa diselamatkan. Namun, tidak sedikit juga yang meninggal dunia.

Mengapa Atlet Sering Mengalami Serangan Jantung?
Christian Eriksen (Foto: Getty Images)

Sudah banyak fakta yang menunjukkan bahwa banyak dari mereka mengalami serangan jantung ketika sedang berolahraga atau bertanding. Christian Eriksen adalah salah satunya. Dia kolaps di tengah lapangan menjelang akhir babak pertama pertandingan Denmark vs Finlandia dalam laga Euro 2020 pada Sabtu (12/6) lalu. Dan teranyar adalah Markis Kido, pebulutangkis yang meraih emas Olimpiade 2008. Dia meninggal dunia Senin (14/6) malam karena serangan jantung.

Menurut Eric Larose, ahli jantung di Quebec Heart and Lung Institute, seperti dikutip YUKK dari The Globe and Mail, sebagian besar pria meninggal dunia karena serangan jantung. Hal ini sebenarnya bisa dicegah jika orang mengetahui faktor risiko dan tanda peringatan dini.

Mengapa Atlet Sering Mengalami Serangan Jantung?
Markis Kido (Foto: Istimewa)

Menurut Andrew Hamilton, seorang peneliti ilmu olahraga yang berspesialisasi dalam nutrisi olahraga, melakukan olahraga tingkat tinggi lebih dari tiga jam membuat orang rentan mengalami serangan jantung akut atau kematian jantung mendadak. Peneliti di University of Innsbruck di Austria juga membuktikan hal yang sama. Riset yang mereka lakukan menunjukkan bahwa olahraga berlebihan memberi lebih banyak tekanan pada jantung. Hal ini bisa memicu kerusakan miokard.

Para peneliti melihat bahwa banyak atlet yang terlatih mungkin mengalami cedera jantung subklinis selama pertandingan. Cedera inilah yang memicu kematian pada sel otot jantung. Memang belum diketahui apa yang memicu kematian pada sel otot jantung. Namun, diduga kuat bahwa tingkat adrenalin/noradrenalin yang meningkat selama pertandingan yang berkepanjangan bisa memicu penyempitan arteri koroner, yang mengakibatkan kematian sel lokal di dalam jantung.

Mengapa Atlet Sering Mengalami Serangan Jantung?
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Adrenalin dan noradrenalin, juga dikenal sebagai epinefrin dan norepinefrin, adalah hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal sebagai respons terhadap situasi stres. Kematian sel jantung selama olahraga berat bisa memicu serangan jantung meskipun fungsi jantung atlet bekerja dengan baik.

Selain itu, enzim troponin I yang menjadi prediktor gangguan jantung seringkali tidak terdeteksi pada serum darah orang sehat. Namun, enzim tersebut biasanya ditemukan pada mereka yang menderita infark miokard (serangan jantung), gagal jantung kongestif, atau miokarditis (radang otot jantung).

Mengapa Atlet Sering Mengalami Serangan Jantung?
Ilustrasi pemeriksaan EKG (Foto: Istimewa)

Agar tidak terjadi hal demikian, American Heart Association merekomendasikan atlet menjalani pemeriksaan fisik dan elektrokardiagram (EKG). Dengan EKG, penyakit jantung pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kematian jantung dini bisa teridentifikasi.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry