Mau Umur Panjang? Cobalah Praktikkan Intermittent Fasting

Puasa intermiten bisa bikin umur panjang
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan. Ada banyak jalan untuk menjadi langsing. Salah satunya adalah diet. Cara lainnya adalah berolahraga dan menjalani prosedur bedah (operasi bariatrik untuk para penderita diabetes.

Diet pun punya banyak jenis atau ragam. Salah satunya adalah intermittent fasting (puasa intermiten). Ini adalah puasa yang dilakukan selama beberapa jam sehari. Dan puasa jenis ini dipercaya dapat menurunkan berat badan. Bahkan lebih cepat mendatangkan hasil.

Penelitian lanjutan kemudian menemukan hal lain. Puasa yang hanya memperbolehkan orang makan dalam kurun waktu 6 atau 8 jam sehari ini disebut-sebut membuat jantung menjadi lebih sehat. Puasa ini memberi efek yang positif kepada penderita penyakit jantung.

Puasa intermiten bisa bikin umur panjang
Ilustrasi (Foto: Freepik)

“Terdapat banyak bukti mengenai manfaat puasa intermiten terhadap penurunan berat badan dan kami juga memiliki beberapa bukti yang menunjukkan bahwa cara ini mampu mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah, dan memberi dampak positif untuk sistem kardiovaskular,” kata Benjamin Horne, Direktur Epidemiologi Kardiovaskular dan Genetika di Intermountain Healthcare Heart Institute di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, seperti dilansir CNBC TV18.

Horne dan anggota tim penelitinya menemukan bahwa pasien penyakit jantung yang secara teratur melakukan puasa intermiten cenderung hidup lebih lama. Pasien yang sama pun lebih kecil kemungkinannya didiagnosis mengalami gagal jantung. Tentu saja ini adalah sebuah hasil penelitian yang sangat menggembirakan.

Puasa intermiten bisa bikin umur panjang
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Dalam penelitian itu, mereka mengumpulkan 2.001 pasien yang menjalani kateterisasi jantung dari tahun 2013—2015. Para pasien ditanya tentang gaya hidup mereka. Salah satunya adalah apakah mereka rutin melakukan puasa intermiten atau tidak.

Sekitar 4,5 tahun kemudian, para peneliti kembali menemui pasien. Mereka menemukan bahwa pasien yang rutin berpuasa intermiten memiliki umur yang lebih panjang.

“Ini merupakan contoh penemuan lain dari bagaimana puasa dapat mengarah kepada hasil kesehatan yang lebih baik serta umur yang lebih panjang,” lanjut Horne.

Puasa intermiten bisa bikin umur panjang
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Mengapa puasa bisa membuat tubuh lebih sehat dan umur lebih panjang? Karena puasa dapat mempengaruhi kadar hemoglobin, jumlah sel darah merah, dan hormon pertumbuhan. Puasa juga dapat menurunkan kadar natrium dan bikarbonat. Efeknya adalah risiko gagal jantung dan jantung koroner menurun.

Puasa ini memang baik untuk tubuh. Namun, tidak semua orang bisa menjalankannya. Perempuan hamil dan menyusui tidak diizinkan berpuasa. Demikian juga anak-anak dan lansia. Sementara itu, pasien dengan penyakit tertentu (pasien yang mengonsumsi obat diabetes, tekanan darah, atau obat jantung) bisa menjalankan puasa ini jika disarankan dan diawasi oleh dokter.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry