Ledakan Dahsyat Beirut: Ini Dampak Shockwave Pada Tubuh

Ledakan Beirut: Ini Dampak Shockwave Pada Tubuh
Jamur awan di atas lokasi ledakan (Foto: Twitter)

Selasa (4/8) sore lalu, terjadi sebuah ledakan dahsyat di kota Beirut, Lebanon. Ledakan yang menciptakan gelombang seismik setara dengan gempa bumi berkekuatan 3,3 magnitudo itu berasal dari sebuah gudang di pelabuhan. Diduga kuat bahwa 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan selama lebih dari 6 tahun di gudang itu meledak.

Jumlah korban yang meninggal dunia karena ledakan ini terus bertambah. Hingga berita ini diterbitkan tercatat jumlah korban yang meninggal dunia mencapai 100 orang. Sementara itu, yang menderita luka-luka mencapai 4.000 orang.

Ledakan Beirut: Ini Dampak Shockwave Pada Tubuh
Asap oranye membubung ke langit (Foto: AP Photo)

Ledakan yang dahsyat itu menghasilkan gelombang kejut (shockwave) yang setara dengan gempa bumi berkekuatan 3,3 magnitudo. Gelombang kejut itu menghancurkan bangunan, mobil, dan lainnya. Getarannya bahkan bisa dirasakan di Nikosia, ibu kota negara Kepulauan Siprus, yang berjarak 240 km dari Beirut.

“Kerusakan yang dihasilkan begitu luas dan parah di hampir seluruh kota,” kata Fady Roumieh, salah satu warga Beirut, seperti dikutip dari Sky News.

Ledakan Beirut: Ini Dampak Shockwave Pada Tubuh
Sebanyak 4.000 orang mengalami luka-luka karena ledakan ini (Foto: AFP)

Ketika gelombang kejut ini menghantam seseorang, energi yang begitu besar itu bisa menyebabkan kerusakan organ bagian dalam. Salah satu organ yang sangat rentan terhadap gelombang kejut ini adalah paru-paru.

“Gelombang dari ledakan bisa menyebabkan kerusakan lebih parah pada organ yang berisi udara,” kata Michael R. Jorolemon, seorang peneliti dari Upstate Medical University.

Ledakan Beirut: Ini Dampak Shockwave Pada Tubuh
Dahsyatnya ledakan (Foto: AFP/STR)

Selain paru-paru, masih ada organ lain yang rusak karena hantaman gelombang kejut ini. Khususnya organ yang berisi cairan seperti otak, telinga, mata, dan saluran pencernaan.

“Bila tekanan yang dihasilkan gelombang melebihi 40 psi, maka korban dapat mengalami kontusio paru, pneumotoraks, emboli udara, gangguan paru interstisial, dan atau emfisema subkutis,” jelasnya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry