Lamaran Kerja Tidak Diterima? Bisa Jadi karena “Kehidupan Online”-mu

Lamaran Kerja Tidak Diterima? Bisa Jadi karena “Kehidupan Online”-mu
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Pandemi membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Tidak sedikit perusahaan yang gulung tikar. Tidak sedikit juga perusahaan yang melakukan pengurangan jumlah karyawan dan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawannya.

Mencari pekerjaan baru tentu tidak mudah. Ada yang cepat mendapatkan pekerjaan baru setelah di-PHK perusahaan sebelumnya. Namun, masih ada banyak orang yang sudah berkali-kali mengirimkan surat lamaran, tapi belum juga ada panggilan untuk wawancara.

Mengapa belum ada panggilan? Mengapa lamaranmu tidak diterima? Ada banyak faktor. Mungkin saja salah satunya ini: aktivitasmu dalam media sosial.

Lamaran Kerja Tidak Diterima? Bisa Jadi karena “Kehidupan Online”-mu
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Kamu harus tahu bahwa aktivitasmu dalam media sosial bisa menjadi poin penilaian perekrut kerja. Ada banyak perusahaan yang meminta pelamar untuk menyertakan alamat Instagram, Facebook atau Twitter sebagai bahan pertimbangan. Mungkin ada yang tidak memintanya. Namun, itu tidak berarti bahwa mereka tidak mengeceknya. Bukankah mereka berhak tahu orang seperti apakah yang ingin bergabung dengan mereka?

Menurut Eliza Kirkby, Regional Director Hays, sebuah perusahaan perekrut tenaga kerja dari Sydney, Australia, media sosial bisa menjadi alat untuk meningkatkan kesempatan kerja. Itu jida kamu melakukannya dengan benar. Caranya adalah mengunggah hal-hal yang positif, tidak menyinggung, dan tidak membahayakan siapa pun.

Berikut ini, seperti dikutip YUKK dari Daily Mail, Eliza membagikan 3 kesalahan utama yang dilakukan orang melalui media sosial yang membuat mereka kehilangan kesempatan untuk bekerja:

Tidak sesuai dengan CV

Lamaran Kerja Tidak Diterima? Bisa Jadi karena “Kehidupan Online”-mu
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Ada 2 pertanyaan utama yang harus kamu perhatikan. Apakah informasi yang kamu unggah ke dalam akun media sosialmu sesuai dengan apa yang kamu tulis dalam curriculum vitae-mu atau tidak? Apakah apa yang ada di dalam media sosialmu sama dengan yang kamu tuangkan dalam surat lamaranmu?

Kamu harus tahu bahwa tidak sedikit perekrut atau manajer perusahaan melihat informasi dalam akun media sosialmu terlebih dahulu sebagai bahan pertimbangan. Mereka akan membandingkan informasi yang mereka terima dengan unggahan dalam Instagram, Twitter, Facebook, dan media sosial lainnya.

Isi unggahan

Lamaran Kerja Tidak Diterima? Bisa Jadi karena “Kehidupan Online”-mu
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Apa yang kamu tulis atau unggah dalam media sosialmu? Catat ini baik-baik: perusahaan akan menghindari orang-orang yang terlihat buruk dalam “kehidupan online”-nya. Mereka akan melihat apakah kamu pernah mengunggah tulisan atau media yang menyinggung, seksis, rasis, porno atau pandangan yang ekstrem. Perusahaan akan menghindari orang-orang yang dinilai membawa masalah dan tidak merepresentasikan perusahaan dengan baik.

Terlalu aktif

Lamaran Kerja Tidak Diterima? Bisa Jadi karena “Kehidupan Online”-mu
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Tidak bolehkah kamu bermain media sosial? Boleh. Semua orang berhak melakukannya. Namun, menurut Eliza, terlalu aktif dalam media sosial juga tidak akan sangat membantumu dalam mendapatkan pekerjaan. Terlalu sering mengunggah konten dalam media sosial akan terlihat kurang baik oleh para perekrut calon karyawan. Pada umumnya, akun media sosial yang dinilai baik oleh mereka adalah jika konten-konten positif diunggah pada saat yang tepat dan terkait dengan ketertarikan, terutama yang sesuai dengan bidang pekerjaan.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry