Laki-Laki Ini Sadar Setelah Koma 4 Minggu karena Corona

News | 19 May 2020
Koma karena Corona
Brian Harvey sadari dari koma (Foto: Faye Stapleton SWNS.com via bristolpost.co.uk)

Di Eropa, Rusia memang tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 paling banyak. Hingga Selasa (19/5), seperti dikutip YUKK dari Worldometers,Rusia mengonfirmasi 290.678 kasus. Namun, jumlah kematian paling tinggi justru terjadi di Inggris. Di negeri Ratu Elizabeth itu, sebanyak 34.796 orang meninggal dunia.

Dari hari ke hari, jumlah kasus meningkat dengan cepat. Lonjakan kasus dan angka kematian itu membuat Inggris menjadi negara Eropa paling terdampak Covid-19. Worldometers mencatat bahwa hingga hari ini, sebanyak 1.559 orang berada dalam tahap krisis karena infeksi virus Corona.

Salah satu dari lebih dari 200 ribu orang Inggris yang terinfeksi virus Corona adalah Brian Harvey. Pada 28 Maret lalu, seperti dikutip YUKK dari bristolpost.co.uk, dirawat di Bristol Royal Infirmary. Dia dilarikan ke rumah sakit karena, menurut keluarganya, mengidap pneumonia.

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Ternyata hasil pemeriksaan di rumah sakit berbeda. Sehari setelah menjalani rawat inap, dia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Lelaki yang dijuluki “Teflon Man” oleh para perawat ini bahkan koma selama 4 minggu.

Keluarganya khawatir bahwa dia akan pergi untuk selama-lamanya karena virus itu. Pasalnya, ketika dia dibawa ke rumah sakit, virus Corona sedang menginfeksi lebih dari 5.000 orang dan menewaskan sekitar 230 orang di Inggris.

Perlahan, tapi pasti keadaan lelaki berusia 69 tahun itu membaik. Dan akhirnya benar-benar sadar. Sebuah kabar yang tentu saja menggembirakan keluarga besarnya.

Koma karena Corona
Bristol Royal Infirmary (Foto: Bristol Post)

Masalahnya adalah ketika dia sadar, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di dunia saat ini. Dia tidak tahu bahwa dia terserang virus yang sangat mematikan itu.

“Dia tidak tahu apa-apa tentang virus Corona ketika dia sadar. Jadi, kamu harus menjelaskan kepadanya bahwa di luar sana ada virus dan bahwa karena virus itu semuanya ditutup,” cerita Faye Stapleton, putrinya.

Brian lalu berkomunikasi dengan keluarga, kerabat, dan sahabat-sahabatnya melalui FacedTime. Apa reaksi mereka?

“Mereka semua menangis. Lalu dia tanya kenapa? Dan mereka jawab, ‘Kami kira namamu tidak akan ada lagi dalam daftar kontak telepon kami’,” sambungnya.

Faye dan keluarga besarnya bahagia. Mereka benar-benar bersyukur atas perjuangan semua petugas kesehatan di rumah sakit itu.

“Mereka tidak pernah menyerah pada Ayah. Kami tidak bisa cukup berterima kasih kepada mereka. Mereka menyelamatkan hidupnya,” katanya.

Kakek dari 6 orang cucu itu memang sudah sadar. Namun, dia masih harus menggunakan ventilator. Selain itu, dia harus belajar berjalan karena massa ototnya menurun gara-gara koma begitu lama.

 

 

#YUKKpakeYUKK

#BelanjaOnlinePakeYUKKSaja

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry