Laki-Laki Ini Hidup Lagi Setelah Jantungnya Berhenti 45 Menit

News | 17 November 2020
Laki-Laki Ini Hidup Lagi Setelah Jantungnya Berhenti 45 Menit
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Naik-turun gunung bukanlah hal yang berat untuk Michael Knapinski. Dia adalah seorang pendaki gunung. Dalam seminggu, lelaki kelahiran Kirkland, Seattle, Amerika Serikat, itu bisa naik gunung dua kali.

Sabtu (7/11) lalu, Michael dan seorang temannya memutuskan untuk mendaki Gunung Rainier di Taman Nasional Gunung Rainier, Washington, Amerika Serikat. Ketika itu, cuaca sedang dingin. Gunung Rainier pun bersalju.

Di bawah Muir Snowfield, seperti dikutip YUKK dari dailymail.co.uk, mereka berpisah. Temannya ber-ski menuju Camp Muir. Sementara dia memutuskan untuk berjalan kaki di tengah padang gletser menuju Paradise Visitor Center. Mereka memang berjanji untuk bertemu di situ.

Laki-Laki Ini Hidup Lagi Setelah Jantungnya Berhenti 45 Menit
Gunung Rainier (Foto: Elaine Thompson/AP)

Ternyata hingga malam hari, Michael tidak kunjung tiba di Paradise. Segera temannya menghubungi petugas National Park Service. Dan sepanjang malam itu mereka melakukan pencarian. Namun, Michael tidak ditemukan.

Minggu (8/11) pagi, tim kembali melakukan pencarian. Namun, cuaca yang buruk membuat pencarian tidak berjalan lancar. Setelah usaha yang cukup keras itu, tim baru menemukan Michael di dekat Sungai Nisqually. Segera dia dilarikan ke Harborview Medical Center dengan helikopter milik Angkatan Laut AS. Dia tiba di rumah sakit pada malam hari dalam keadaan tidak sadar.

Laki-Laki Ini Hidup Lagi Setelah Jantungnya Berhenti 45 Menit
Gunung Rainier dilihat dari Paradise (Foto: whereiskylemiller.com)

Tim dokter dan perawat bergegas menanganinya. Salah satunya adalah dr. Jenelle Badulak. Dia adalah orang pertama yang memeriksa dan menangani Michael.

Menurut dr. Jenelle, ketika itu, urat nadi Michael masih berdenyut. Namun, tidak beberapa lama kemudian, detak jantungnya berhenti.

Laki-Laki Ini Hidup Lagi Setelah Jantungnya Berhenti 45 Menit
Tim pencari (Foto: Seattle Mountain Rescue)

“Dia meninggal ketika berada di dalam ER (Emergency Room),” katanya.

Dokter dan perawat lalu melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) dan membawa Michael ke mesin ECMO (extracorporeal membrane oxygenation). Mesin ini memompa darah keluar dari tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2). Selama 45 menit itu, jantung Michael tetap tidak berdenyut.

Sepanjang malam itu, tim dokter dan perawat berjaga-jaga di sampingnya. Salah satunya seorang perawat bernama Whitney Holen. Sudah 12 tahun dia menjalani profesinya sebagai perawat di rumah sakit itu. Dan kasus Michael ini adalah salah satu kasus besar dalam perjalanan kariernya.

Laki-Laki Ini Hidup Lagi Setelah Jantungnya Berhenti 45 Menit
Tim pencari (Foto: Instagram/@whidbeysar)

Pada Selasa (10/11) malam, Michael sadar. Dia bangun dan mengatakan kepada dokter dan perawat bahwa dia ingin menelepon keluarganya.

“Dia menangis. Keluarganya menangis. Dan saya juga ikut menangis,” kata Holen.

Kepada The Seattle Times, Michael menceritakan apa yang dialaminya pada Sabtu (7/11) itu.

Laki-Laki Ini Hidup Lagi Setelah Jantungnya Berhenti 45 Menit
Michael bangun setelah mati selama 45 menit (Foto: Susan Gregg via Seattle Times)

“Saya hampir sampai di tempat tujuan. Namun, tiba-tiba terjadi whiteout (sebuah kondisi yang terjadi di tempat bersalju ketika keadaan berubah terang/putih; tanpa bayangan; hanya objek gelap yang terlihat, red). Saya tidak dapat melihat apa pun,” ceritanya.

Dia hanya ingat bahwa dia sedang menuruni lereng dan tiba-tiba saja semuanya berubah menjadi putih. Setelah itu, dia tidak ingat apa-apa lagi.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi ketika itu,” katanya.

Laki-Laki Ini Hidup Lagi Setelah Jantungnya Berhenti 45 Menit
(Foto: University of Washington Medicine via Associated Press)

Holen dan para tim medis ikut menangis bahagia ketika Michael bangun karena apa yang dialami Michael sangat jarang terjadi dalam dunia medis.

“Benar-benar hal yang istimewa ketika melihat seseorang, yang sejak awal kita tangani dengan susah payah, akhirnya bisa bangun lagi. Hal ini mengingatkan saya akan peran kami. Inilah alasang kami meninggalkan keluarga kami. Inilah alasan kami berada di sini,” ungkapnya.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
1
wow
0
sad
0
angry