(Lagi) Gadis dari Kalimantan Tidur Selama 13 Hari

(Lagi) Gadis dari Kalimantan Tidur Selama 13 Hari
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Masih ingat Echa? Gadis cantik asal Kalimantan Selatan itu, pada 2017 lalu, bikin heboh. Dia tidur selama 15 hari. Pada hari ke-15, dia sebenarnya bangun untuk mandi dan makan. Namun, cuma sebentar. Setelah makan, dia tidur lagi.

Empat tahun berlalu. Kali ini, gadis bernama lengkap Siti Raisa Miranda itu kembali menjadi buah bibir karena tidur selama berhari-hari. Hingga berita ini dipublikasikan, Echa, seperti dikutip YUKK dari detikcom, sudah tidur selama 13 hari.

Echa sempat dirawat di RSUD Dr. Ansari Saleh, Banjarmasin, setelah 3 hari tidak bangun dari tidur. Lantaran hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kondisinya normal, kata Mulyadi, sang ayah, Echa dibawa pulang ke rumah. Selama tidur berhari-hari itu, Echa tetap makan dengan cara disuapi orang tuanya.

(Lagi) Gadis dari Kalimantan Tidur Selama 13 Hari
Echa pada 2017 lula (Foto: detikcom)

Banyak orang menduga bahwa apa yang dialami Echa adalah sebuah sindrom yang disebut Kleine-Levin Syndrome (KLS). Disebut juga dengan nama sindrom putri tidur. Nama lainnya adalah sleeping beauty syndrome.

Dikutip YUKK dari Healthline, KLS adalah sebuah gangguan yang sangat langka. Gangguan ini menyebabkan pengidapnya bisa tidur dalam jangka waktu yang lama. Dalam beberapa kasus, pengidapnya bisa tidur hingga 20 jam sehari. Dan gangguan ini bisa terjadi berulang-ulang kali.

Gangguan ini bisa menyerang siapa saja. Namun, catatan medis menunjukkan bahwa remaja putra lebih rentan terhadap gangguan ini. Sebanyak 70% dari pengidap sindrom ini adalah laki-laki.

(Lagi) Gadis dari Kalimantan Tidur Selama 13 Hari
Echa dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa (Foto: detikcom)

Orang dengan KLS mungkin saja tidak mengalami gejala gangguan ini setiap hari. Bahkan sering sekali terjadi bahwa tidak muncul sama sekali gejala-gejala di antara periode tidur yang panjang itu. Ketika muncul, gangguan ini bisa berlangsung selama beberapa hari. Bahkan bisa hingga beberapa bulan. Pengidapnya hanya bangun untuk makan dan buang air. Setelah itu, mereka akan kembali tidur.

Penyebab gangguan ini masih belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, beberapa ahli kesehatan yakin bahwa ada faktor yang bisa meningkatkan risiko gangguan ini. Mungkin saja gangguan ini terjadi karena ada cedera hypothalamus, bagian otak yang mengatur suhu tubuh dan tidur. Misalnya, kepala terbentur benda keras.

Pada beberapa orang, KLS muncul setelah mereka mengalami infeksi seperti flu. Hal ini membuat para peneliti yakin bahwa KLS bisa jadi merupakan salah satu tipe gangguan autoimun. Artinya sistem kekebalan tubuh menyerang sistemnya sendiri.

(Lagi) Gadis dari Kalimantan Tidur Selama 13 Hari
Echa pada 2017 lalu (Foto: detikcom)

Sementara itu, beberapa ilmuwan menduga bahwa gangguan ini berhubungan dengan faktor genetik. Pasalnya ada beberapa anggota keluarga yang mengalami gangguan ini. Mungkin saja gangguan yang dialami sekarang pernah dialami salah satu anggota keluarga terdahulu.

Tidak diketahuinya secara pasti faktor penyebab gangguan ini membuat para ahli masih belum menemukan obat atau cara pengobatan yang tepat. Yang sejauh ini bisa dilakukan adalah pemberian obat-obatan yang bisa mengatasi gejala-gejala yang muncul. Termasuk di dalamnya obat-obatan yang bisa membantu mengurangi durasi tidur.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry