Kopi Panas vs Kopi Dingin: yang Mana yang Lebih Tinggi Kafeinnya?

Kopi Panas vs Kopi Dingin: yang Mana yang Lebih Tinggi Kafeinnya?
Kopi (Foto: Freepik)

Ada yang suka minum kopi yang diseduh dengan air panas. Yang lain lebih suka kopi yang dicampur dengan es batu. Yang mana yang lebih nikmat?

Minum kopi itu sebenarnya berhubungan dengan selera. Jadi, ini bukan soal yang panas lebih nikmat daripada yang dingin. Yang justru menjadi pertanyaan adalah yang mana yang kandungan kafeinnya lebih tinggi?

Minuman kopi kadang memiliki kandungan kafein cukup tinggi di dalamnya. Kekuatan kandungan kafein pada kopi apa pun akan tergantung pada cara Anda menyeduhnya dan seberapa banyak yang Anda dapatkan di dalam cangkir,” jelas Christine Beck dari penyedia layanan kesehatan One Medical seperti dikutip dari Bustle.

Kopi Panas vs Kopi Dingin: yang Mana yang Lebih Tinggi Kafeinnya?
Kopi diseduh dengan air panas (Foto: Freepik)

Hingga saat ini, ada 2 cara menyeduh kopi yang diketahui orang: hot brew (menyeduh kopi dengan air panas) dan cold brew (menyeduh kopi dengan air dingin). Kedua cara itu menentukan banyak-sedikitnya kadar kafein yang dikonsumsi. Dan sebuah penelitian yang hasilnya dipresentasikan pada Maret 2020 lalu menunjukkan bahwa kopi yang diseduh dengan air panas memiliki kandungan kafein lebih tinggi.

Dalam penelitian itu, para ilmuwan menggunakan biji kopi Kolombia yang disangrai dengan lima jenis suhu yang berbeda.

Kopi Panas vs Kopi Dingin: yang Mana yang Lebih Tinggi Kafeinnya?
Kopi dicampur dengan es batu (Foto: Freepik)

Setelah itu, peneliti melihat konsentrasi kafein, total kandungan caffeoylquinic acid (CQA), aktivitas antioksidan total, pH, total asam dan total padatan terlarut. Hasilnya adalah metode hot brew menghasilkan kadar kafein lebih tinggi daripada cold brew.

“Kafein itu larut air. Makin panas air yang digunakan untuk menyeduh, lebih banyak kafein terekstraksi. Artinya, Anda lebih banyak mendapatkan kafein dari biji kopi,” ujar Beck.

Kopi Panas vs Kopi Dingin: yang Mana yang Lebih Tinggi Kafeinnya?
Ilustrasi es kopi (Foto: Freepik)

Dalam metode cold brew, kopi direndam selama berjam-jam dengan air dingin. Suhu dingin stabil, sehingga rasa asam tidak begitu kuat. Sementara itu, dalam metode hot brew, kopi diseduh dengan suhu ekstrem, sehingga rasa kopi lebih asam dan kandungan kafein lebih tinggi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa seduh dengan air panas membuat kopi memiliki kadar antioksidan lebih tinggi.

Mungkin kamu lebih suka es kopi karena kafeinnya lebih sedikit. Namun, jika sebelumnya kopi itu diseduh dengan air panas sebelum dicampur dengan es batu, maka tetap saja kandungan kafeinnya tetap tinggi. Yang membuatnya berbeda adalah air dan es pada es kopi membuat minuman ini lebih menghidrasi daripada kopi yang diseduh dengan air panas.

Kopi Panas vs Kopi Dingin: yang Mana yang Lebih Tinggi Kafeinnya?
Ilustrasi perempuan mencium aroma kopi (Foto: Freepik)

“Jika Anda menambahkan susu pada es kopi, ini meningkatkan faktor hidrasi lebih banyak karena susu dan alternatif susu keduanya kebanyakan merupakan air,” jelasnya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry