Kisah Perempuan yang Berjuang Turunkan Berat Badan dari 105 Kg ke 46 Kg

News | 8 June 2022
Kisah Perempuan yang Berjuang Turunkan Berat Badan dari 105 Kg ke 46 Kg
Rachel Williams (Foto: dokumen pribadi)

Kamu ingin menurunkan berat badan, tapi belum menemukan cara yang tepat? Atau kamu sudah mencoba berbagai cara, tapi berat badanmu tidak kunjung turun? Mungkin kisah Rachel Williams ini bisa membantumu.

Pada Mei 2019 lalu, berat badan Rachel adalah 105,6 kg. Dengan berat badan seperti itu, dia tentu tidak bisa pakai celana jin berukuran 20/22. Perempuan, yang ketika itu berusia 39 tahun, ini juga tidak nyaman dengan bra berukuran FF.

Pada suatu momen, dia benar-benar kaget ketika melihat fotonya bersama anak keduanya, Solomon.

“Di foto itu, saya tersenyum, tetapi sebenarnya, dari dalam, saya tidak tersenyum. Saya rasa buruk sekali. Itu adalah momen dimana saya tidak ingin difoto,” katanya seperti dikutip YUKK dari New York Post.

Kisah Perempuan yang Berjuang Turunkan Berat Badan dari 105 Kg ke 46 Kg
(Foto: dokumen pribadi)

Dia memang tidak mau difoto karena merasa badannya seperti “balon”. Namun, anak pertamanya, Sofia, mendesaknya.

“Saya pikir saya harus melakukan sesuatu karena jika demikian, saya menghilangkan kenangan dari anak-anak saya. Mereka tidak akan punya foto kenangan dengan ibu mereka. Ini sesuatu yang membuat saya sedih,” ceritanya.

Sebulan kemudian, menjelang ulang tahunnya yang ke-40, dia ditanya Anton, suaminya, mau hadiah apa. Dia bilang bahwa dia ingin “langsing dan sehat”. Dan suaminya memberikannya paket olahraga dengan pelatih pribadi.

“Ketika itu, saya sempat takut untuk pergi ke pusat kebugaran. Namun, pelatih menenangkan saya. Dia bilang, ‘Mari kita lakukan beberapa sesi latihan di gym.’ Karena takut mengganggu jadwal latihan orang lain, saya memutuskan untuk mulai latihan pukul 6 pagi,” ungkapnya.

Kisah Perempuan yang Berjuang Turunkan Berat Badan dari 105 Kg ke 46 Kg
(Foto: dokumen pribadi)

Sejak Juni itulah, dia mulai menjalani program penurunan berat badan. Dia melakukan latihan dengan intensitas tinggi pada pukul 6 pagi sebanyak tiga kali dalam seminggu. Dia juga mengurangi kalori dan gula.

Beberapa bulan kemudian, dia mulai mengeluh karena ternyata berat badannya tidak turun signifikan. Hanya sedikit jika dibandingkan dengan berbagai latihan yang dia lakukan.

“Pada suatu hari, saya menangis dan bilang kepada pelatih saya, ‘Berat badan saya tidak turun. Saya hanya ogre yang gemuk dan buruk’,” keluhnya.

Dia depresi dan hampir saja menyerah ketika dia bertemu dengan motivator seperti Tony Robbins, Brene Brown, dan Mel Robbins. Mereka menyadarkannya bahwa selama ini dia terlalu negatif melihat dirinya; bahwa selama ini dia hanya fokus pada hal-hal seperti ‘Saya tidak bisa menurunkan berat badan saya’, ‘Saya jelek’, dan ‘Saya tidak berhasil.’

Kisah Perempuan yang Berjuang Turunkan Berat Badan dari 105 Kg ke 46 Kg
(Foto: dokumen pribadi)

Tiba-tiba dia sadar bahwa sudah sejak dulu dia berkutat dengan masalah berat badan itu. Ketika masih berusia 8 tahun, dia dibawa ibunya untuk mengikuti program penurunan berat badan yang disediakan Weight Watchers. Dia juga sudah mencoba menjalani berbagai jenis diet. Namun, berat badannya tetap tidak turun.

Baru setelah membaca karya Mel Robbins berjudul The 5 Second Rule itulah, Rachel sadar bahwa negative self-talk-lah yang menjadi penyebab mengapa berat badannya tidak turun walaupun sudah melakukan olahraga dan diet. Dan dia ingin mengubah hal itu. Dia ingin lebih positif melihat dirinya. Salah satu kebiasaan kecil yang mulai dia lakukan adalah tos dengan dirinya dan memuji dirinya di depan cermin.

“Memang agak canggung, tapi aku mulai menerima tubuhku. Aku berterima kasih kepada tubuhku. Aku bilang, ‘Wow, bukankah tubuhku mengagumkan? Tubuhku memberikanku dua orang anak. Tubuhku tumbuh dari sebuah sel kecil menjadi seorang manusia seutuhnya. Bukankah itu mengagumkan?’,” terangnya.  

Kisah Perempuan yang Berjuang Turunkan Berat Badan dari 105 Kg ke 46 Kg
(Foto: dokumen pribadi)

Sambil membangun sikap positif pada dirinya, dia melanjutkan program latihan bersama pelatih pribadinya. Bergantian dia melakukan latihan kardio dan angkat beban. Dan pola ini efektif.

Dia juga mulai memperhatikan apa yang dikonsumsinya. Dia memang masih makan burger, pizza, kue, dan lainnya. Namun, dia baru makan itu semua ketika tahu bahwa semuanya dibuat dari bahan yang segar dan diolah dengan minyak yang mengandung lemak sehat seperti minyak kelapa.

Pada September 2020, berat badan perempuan dari Cheshire, Inggris, ini turun menjadi 46 kg.

“Ketika Anda mengubah cara berpikir Anda, Anda akan melihat bahwa hasil itu memang ada. Dan Anda tidak perlu menjalankan diet ketat,” katanya.    

Kisah Perempuan yang Berjuang Turunkan Berat Badan dari 105 Kg ke 46 Kg
(Foto: dokumen pribadi)

Saat ini, dia merasa lebih sehat dan bahagia. Lebih berenergi daripada sebelumnya.

“Saya lebih berenergi. Saya bisa bermain dengan anak-anak. Saya lari mengelilingi taman dan saya tidak pikir dua kali untuk melakukannya. Kulit saya pun lebih cerah,” katanya.

Jika sebelumnya dia menolak ketika difoto, kali ini tidak. Dia senang karena dia merasa lebih percaya diri.

“Aku sangat percaya diri sekarang. Suami merasa seperti dia punya istri dengan versi baru. Aku tidak lagi menjauh dari foto dan membuat kenangan dengan anak-anak. Aku belajar mencintai diri sendiri,” katanya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry