Kisah Cinta Putri Mako: Tinggalkan Istana Demi Pria Biasa 

News | 4 September 2021
Kisah Cinta Putri Mako: Tinggalkan Istana Demi Pria Biasa 
Putri Mako dan Kei (Foto: Reuters)

Bangsawan meninggalkan istana untuk menikah dengan rakyat biasa. Atau bangsawan mempersunting rakyat biasa untuk menjadi ratu. Kata orang, begitulah dongeng. Namun, kata rakyat Jepang, begitulah kenyataannya. Putri Mako telah memilih Kei Komuro.

Selama beberapa tahun belakangan ini, rakyat Jepang seperti terbelah. Sebagian memahami dan mendukung pilihan keponakan Kaisar Naruhito itu. Sebagian yang lain menentang. Mengapa mesti Kei Komuro? Namun, putri dari Fumihito, Putra Mahkota Jepang,itu bergeming.

Kisah Cinta Putri Mako: Tinggalkan Istana Demi Pria Biasa 
Putri Mako dalam busana kebesaran (Foto: Getty Images)

Kisah cinta Putri Mako dimulai di sebuah distrik di Tokyo pada 2012 silam. Pada waktu itu, putri kesayangan rakyat Jepang itu menghadiri acara belajar di sebuah restoran di Shibuya. Di situ, dia bertemu dengan Kei Komuro. Mereka kuliah di perguruan tinggi yang sama: International Christian University, Tokyo.

“Pertama, saya tertarik pada senyum cerahnya,” kata Putri Mako kepada The Telegraph seperti dikutip YUKK dari People.

Kisah Cinta Putri Mako: Tinggalkan Istana Demi Pria Biasa 
(Foto: Getty Images)

Pada suatu malam pada Desember 2013, tidak lama setelah pertemuan pertama di restoran itu, Komuro melamarnya. Namun, setelah lamaran, mereka harus menjalani hubungan jarak jauh karena dia terbang ke Inggris untuk belajar. Dia mengambil program master Ilmu Museum dan Galeri di Universitas Leicester.

Pada September 2017, Putri Mako dan Komuro mengungkapkan hubungan mereka kepada publik sekaligus mengumumkan rencana pernikahan mereka. Sesuai dengan rencana, mereka akan menikah pada November 2018. Namun, rencana itu ditunda hingga 2020.

Kisah Cinta Putri Mako: Tinggalkan Istana Demi Pria Biasa 
Kei Komuro (Foto: Kyodo News)

Menurut media Jepang, penundaan rencana pernikahan itu diumumkan setelah muncul skandal keuangan yang menyeret ibu Komuro. Dia dikabarkan berhutang kepada mantan tunangannya sebesar US$40.000 atau sekitar 570 juta rupiah demi membiayai pendidikan anak laki-lakinya itu. Dan Fumihito menegaskan bahwa pernikahan baru akan digelar jika ibunda Komuro telah menyelesaikan masalah utang itu.

“Maksud saya, saya menyetujui mereka menikah. Konstitusi mengatakan pernikahan herus didasarkan hanya pada persetujuan bersama dari kedua mempelai. Jika itu yang mereka inginkan, maka saya pikir itu adalah sesuatu yang perlu saya hormati sebagai orang tua,” kata Fumihito dalam konferensi pers di Tokyo menjelang perayaan ulang tahunnya ke-55 pada November 2020 lalu.

Kisah Cinta Putri Mako: Tinggalkan Istana Demi Pria Biasa 
Putra Mahkota Jepang, ayah Putri Mako (Foto: AP)

Ternyata rencana pernikahan itu kembali tertunda. Pandemi Covid-19 membuat Jepang mengalami resesi. Selain itu, Fumihito dilantik sebagai pewaris tahta kekaisaran dan resmi menjadi putra mahkota pada tahun 2020.

Halangan demi halangan tidak menggoyahkan hubungan Putri Mako dan Komuro. Mereka makin yakin untuk menikah dan hidup bersama.

“Kami tak tergantikan satu sama lain dan kami saling bersandar pada saat-saat bahagia dan susah,” kata Putri Mako tahun lalu.

Kisah Cinta Putri Mako: Tinggalkan Istana Demi Pria Biasa 
Kei Komuro berbicara di depan media (Foto: alojapan.com)

Sesuai dengan rencana, cucu dari Kaisar Emeritus Akihito itu akan menikah dengan Kumuro pada akhir tahun ini. Namun, pernikahan itu tidak seperti pernikahan keluarga kekaisaran di Jepang. Tidak ada upacara tradisional.

Selain itu, Putri Mako juga menolak pembayaran yang biasanya diberikan kepada bangsawan wanita yang menikah dengan keluarga kerajaan. Dia menolak bantuan dana dari pemerintah Jepang sebesar US$1,3 juta atau setara dengan Rp18 miliar. Dana yang berasal dari pajak rakyat itu memang secara tradisional diberikan kepada wanita kerajaan yang kehilangan status kebangsawanan ketika menikah. Uang itu dimaksudkan untuk membantunya memulai kehidupan baru setelah tidak lagi berstatus bangsawan.

Kisah Cinta Putri Mako: Tinggalkan Istana Demi Pria Biasa 
Putri Mako dan keluarganya (Foto: Kyodo via Japan Times)

Di Jepang, Imperial House Law tahun 1947 mengharuskan seorang putri untuk meninggalkan keluarga kekaisaran setelah menikah dengan orang biasa. Itu berarti bahwa Putri Mako akan kehilangan gelarnya setelah menikah dengan Komuro.

Setelah menikah, Putri Mako dan Komuro akan pindah ke Amerika Serikat. Pasalnya Komuro, saat ini, tinggal di Amerika Serikat karena menjalani studi hukumnya yang akan selesai pada Desember tahun ini. Dan dia diperkirakan telah mendapat tawaran pekerjaan dari salah satu firma hukum di sana.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry