Kata Bill Gates, IQ yang Tinggi Bukanlah Kunci Sukses

Kata Bill Gates, IQ yang Tinggi Bukanlah Kunci Sukses
Ilustrasi (Foto: Crello)

Sampai saat ini, masih banyak orang menganggap skor IQ (intelligence quotient) yang tinggi sebagai kunci sukses. Jangan heran bahwa banyak orang tua menyuruh anak mereka belajar mati-matian agar nilai ujian tinggi. Harus pintar dalam mata pelajaran berhitung seperti matematika, fisika, dan kimia.

Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft, pun pernah berpikir begitu. Orang terkaya nomor 4 di dunia menurut Forbes itu sempat meremehkan keahlian lain hanya karena menganggap bahwa skor IQ yang tinggi adalah yang utama.

“Saya dulu sangat naif tentang beragam keahlian. Saya pikir jika seseorang memiliki IQ tinggi, mereka bisa menjadi hebat dalam segala hal,” katanya seperti dikutip dari CNBC Make It.

Kata Bill Gates, IQ yang Tinggi Bukanlah Kunci Sukses
Ilustrasi (Foto: Crello)

Lama kemudian baru dia sadar bahwa IQ bukanlah yang utama. Skor IQ yang tinggi bukanlah penentu sukses atau tidaknya seseorang. Selain IQ, orang masih punya banyak jenis kecerdasan lain yang bisa membuatnya sukses dalam hidup ini. Dan tugas masing-masing orang adalah menemukan kecerdasan masing-masing.

“Kecerdasan memiliki banyak bentuk yang berbeda. Kecerdasan bukan satu dimensi. Dan tidak sepenting yang saya pikirkan dulu,” tulisnya melalui akun Twitter-nya pada 2017 lalu.

Pada 1980-an silam, Howard Gardener telah mengidentifikasi berbagai jenis kecerdasan lain. Dia menyebutnya multiple intelligences. Melalui bukunya yang berjudul Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences, seperti dikutip YUKK dari Verry Well Mind, psikolog ini menunjukkan bahwa masing-masing orang memiliki 9 jenis kecerdasan.

Kata Bill Gates, IQ yang Tinggi Bukanlah Kunci Sukses
Ilustrasi (Foto: Crello)

Mark Vital dari Funders& Founders menjelaskan manifestasi dari 9 jenis kecerdasan itu sebagai berikut:

  • Kecerdasan spasial: memvisualisasikan dunia dalam 3D,
  • Kecerdasan naturalis: memahami makhluk hidup dan membaca alam,
  • Kecerdasan musikal: memahami dan mengolah nada, ritme, dan timbre
  • Kecerdasan logis-matematis: mengukur sesuatu, membuat hipotesis, dan membuktikannya,
  • Kecerdasan eksistensial: menjawab pertanyaan mengapa kita hidup dan mengapa kita mati,
  • Kecerdasan interpersonal: memahami perasaan dan motif orang,
  • Kecerdasan kinestetik-jasmani: mengkoordinasikan pikiran dengan tubuh,
  • Kecerdasan linguistik: menemukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang dimaksudkan,
  • Kecerdasan intrapersonal: memahami diri sendiri, apa yang dirasakan dan apa yang diinginkan

 

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry