Kapan Sebaiknya Kamu Berolahraga? Pagi atau Malam Hari?

Kapan sebaiknya kamu berolahraga?
(Foto: l-men.com)

Health is not everything. But without health, everything is nothing. Itulah refleksi atas kesadaran bahwa orang tidak bisa tidak berolahraga kalau mau sehat dan bebas dari penyakit. Pada akhirnya orang sadar bahwa hal terpenting dalam hidup ini adalah menjadi sehat. Jika tidak, semuanya akan sia-sia.

Sadar akan pentingnya kesehatan, orang mulai menjalankan pola hidup sehat. Salah satunya adalah dengan berolahraga. Jangan heran bahwa dalam beberapa tahun belakangan ini, muncul banyak jenis dan variasi olahraga. Pusat-pusat kebugaran dibangun di mana-mana. Ajang dan kompetisi digelar hampir setiap bulan.

Kapan sebaiknya kamu berolahraga?
(Foto: fitnessformen.co.id)

Yang kemudian menjadi pertanyaan orang adalah kapan sebaiknya berolahraga? Apakah harus pada pagi hari? Jika ya, lalu bagaimana dengan para pekerja kantoran yang keluar-masuk pusat kebugaran pada sore dan malam hari? Apakah olahraga mereka tidak efektif? Bagaimana pula dengan mereka yang memanfaatkan waktu setelah makan siang untuk berolahraga? Tidak sehatkah berolahraga pada siang hari?

Kapan sebaiknya kamu berolahraga?
(Foto: google)

Pertanyaan-pertanyaan itu, selayang pandang, tampak tidak terlalu penting. Bukankah yang penting adalah berolahraga? Namun, tidak bisa disangkal bahwa pertanyaan-pertanyaan itu sangat mengganggu orang-orang yang selama ini sudah terlanjur berolahraga pada satu dari ketiga waktu itu. Mereka khawatir bahwa selama ini mereka sudah berolahraga pada waktu yang salah. Dan bahwa aktivitas fisik mereka selama ini tidak efektif.

Saking mengganggunya pertanyaan-pertanyaan itu, para ilmuwan sampai harus melakukan penelitian secara khusus. Mereka mencari tahu kapan waktu yang tepat untuk berolahraga. Pagi harikah? Ataukah sore dan malam hari?

Kapan sebaiknya kamu berolahraga?
(Foto: google)

Salah satu penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang proses pembakaran lemak pada orang yang berolahraga dan yang tidak berolahraga. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Edward Melanson, yang dipublikasikan dalam Exercise and Sport Sciences Review, menunjukkan bahwa jika tujuan berolahraga adalah mempercepat pembakaran lemak, hasilnya tidak berbeda dalam 24 jam setelahnya. Itu berarti bahwa olahraga bisa dilakukan kapan saja. Bisa pagi, bisa siang, bisa sore, dan bisa malam hari. Yang terpenting, seperti dilansir kompas.com, adalah berolahraga selama kurang lebih 30 menit setiap hari selama 3—4 kali dalam seminggu. Aktivitas fisik itu sudah memberikan banyak manfaat kesehatan.

Yang harus diperhatikan, saran Dr. Melanson, adalah jadwal tidur kamu tidak boleh terganggu. Jika kamu lebih suka berolahraga pada pagi hari, maka tidur malammu harus menjadi prioritas. Jangan makan makanan yang bisa mengganggu pencernaan dan membuat kamu tidur tidak nyenyak.

Kapan sebaiknya kamu berolahraga?
(Foto: google)

Jika ternyata kamu lebih suka berolahraga pada malam hari, atur waktumu sebaik mungkin agar waktu istirahatmu (tidur) tidak terganggu. Perhatikan juga apa yang kamu konsumsi pada sore hari agar tidak mengganggu perutmu ketika berolahraga nanti. Makan pisang atau roti gandum pada sore hari adalah pilihan yang tepat.

#YUKKpakeYUKK

 

1
like
1
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry