Kamu Harus Tahu: Angin Bisa Terbangkan Virus Corona Sampai 6 Meter

Angin bisa terbangkan droplet sejauh 6 meter
Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Virus Corona menyebar melalui droplet orang yang terinfeksi. Droplet ini keluar ketika orang berbicara, batuk, dan bersin. Dan droplet ini bisa terbang hingga 2 m. Itulah mengapa semua orang diharuskan menjaga jarak dengan orang lain minimal 2 m.

Ternyata, menurut hasil penelitian terbaru, menjaga jarak dengan orang lain minimal 2 m tidaklah cukup. Harus lebih dari itu. Pasalnya, angin bisa terbangkan droplet hingga 6 m.

Demikianlah hasil penelitian terbaru yang dilakukan Talib Dbouk dan Dimitris Drikakis. Keduanya bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pertahanan dan Keamanan di Universitas Nicosia, Yunani. Hasil penelitian itu telah dipublikasikan dalam jurnal Physics of Fluids.

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Seperti dilansir dari Healthline, penelitian dilakukan dengan menjalankan model komputer yang mensimulasikan perjalanan 1.008 tetesan air liur di udara dari orang yang sedang batuk. Para peneliti memperhitungkan faktor-faktor seperti kelembapan, penguapan, kekuatan di mana tetesan tersebar, hingga bagaimana molekul air liur berinteraksi dengan udara. Berdasarkan simulasi tersebut didapatkan perhitungan berikut: dengan kecepatan pergerakan angin 4 km/jam, maka dropletyang dikeluarkan lewat batuk bisa terbang hingga 6 m hanya dalam 5 detik.

“Hal ini sangat penting karena menyangkut pedoman menjaga jarak untuk kesehatan dan keamanan. Dapat meningkatkan pemahanan tentang penyebaran dan penularan penyakit melalui udara, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan,” kata Drikakis.

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Para ilmuwan lainnya mengatakan bahwa pergerakan dropletseperti itu belum tentu berlaku pada kasus penularan virus Corona penyebab Covid-19. Mengingat mungkin ada variabel lain dan faktor lingkungan yang berkaitan dengan virus Corona baru, yang tidak sepenuhnya diperhitungkan dalam penelitian lewat model komputer ini. Penelitian hanya memperlihatkan bagaimana dropletbergerak di udara ketika seseorang batuk. Tetapi tidak jelas seberapa tinggi “viral load” pada droplettersebut, terutama ketika sudah mencapai 6 m dari orang yang terinfeksi.

Para ilmuwan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) dan University of Pennsylvania juga melakukan penelitian serupa. Mereka ingin tahu berapa lama droplet yang membawa virus Corona dapat bertahan di udara. Dalam penelitian ini, mereka meminta peserta mengucapkan kalimat “stay healthy”. Dan mereka menggunakan laser yang sangat sensitif untuk menunjukkan betapa banyaknya droplet yang keluar dari mulut dalam beberapap detik.

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa dalam sebuah percakapan normal, droplet bisa bertahan di udara selama 14 menit. Semakin kencang suara yang keluar, semakin banyak droplet yang keluar.

“Ini mengonfirmasi bahwa ada kemungkinan besar berbicara normal dapat menyebabkan penularan virus melalui udara di lingkungan terbatas,” kata para peneliti.

 

 

#YUKKpakeYUKK#BelanjaOnlinePakeYUKKSaja

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry