Kamu Harus Tahu Aneurisma Aorta, Perenggut Nyawa Bondan Winarno

Kamu Harus Tahu Aneurisma Aorta, Perenggut Nyawa Bondan Winarno
Bondan Winarno (Foto: Instagram/@maknyusbw)

Wisata Kuliner adalah salah satu program yang dengan sangat jelas mewartakan kekayaan kuliner Indonesia. Mulai dari yang sudah sangat familiar atau terkenal hingga yang masih asing di telinga banyak orang. Mulai dari yang pengolahannya sangat mudah dan sederhana hingga yang membutuhkan beberapa tahap pengolahan dan penyajian.

Tokoh yang menjadi ikon program ini adalah Bondan Winarno. Lelaki asal Surabaya ini tidak lelah terbang ke berbagai daerah untuk mencari tahu kekhasan kulinernya. Setiap kali mengecap makanan dan minuman yang khas itu, ia pasti bilang “maknyus”. Mengatakannya sambil membentuk tanda “o” dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Itu berarti apa yang baru saja ia cicipi itu nikmat. Lezat. Gurih.

Rabu (29/11) lalu, dunia kuliner Indonesia kehilangan salah satu pakarnya. Jurnalis dan salah satu penulis cerpen terbaik itu sudah menutup mata untuk selama-lamanya di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat. Ia meninggal dunia pada usia 67 tahun setelah menjalani dua kali operasi jantung.

Aneurisma Aorta
Dari tulisan tangannya yang beredar di jagat maya setelah ia meninggal orang akhirnya tahu bahwa sejak 2015 lalu ia menderita sebuah penyakit yang oleh Dr. Soo disebut “bom waktu”. “Bom” itu bisa meledak kapan saja. “Bom” itu adalah aneurisma aorta.

Apa itu aneurisma aorta? Mengapa penyakit ini disebut “bom waktu” yang bisa merenggut nyawa penderitanya kapan saja? Dan siapa yang berisiko mengidap penyakit ini?

Kamu Harus Tahu Aneurisma Aorta, Perenggut Nyawa Bondan Winarno
Ilustrasi: Aneurisma Aorta Abdominalis (Foto: Pinterest)

Aneurisma, seperti dilansir hallosehat.com, adalah penggelembungan pada dinding arteri, yaitu pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain. Jika membesar, aneurisma ini bisa pecah dan menyebabkan perdarahan. Dan hal ini bisa menyebabkan kematian.

Pada umumnya, aneurisma terjadi di aorta, yaitu arteri utama. Jalurnya dari jantung hingga ke dada dan perut. Ada dua jenis aneurisma aorta, yaitu aneurisma aorta torakalis yang terjadi di bagian aorta yang berada di dada dan aneurisma aorta abdominalis yang terjadi di bagian aorta yang berada di perut.

Faktor penyebab
Aneurisma aorta terjadi karena ada kelemahan pada dinding aorta. Kelemahan ini terjadi bisa karena bawaan lahir. Bisa juga karena beberapa faktor lain, antara lain:

  • Aterosklerosis
    Ini adalah kondisi saat arteri rusak atau tersumbat. Di sini, plak yang berasal dari kolesterol menempel di dinding pembuluh darah dan membuatnya menjadi lemah. Selain aneurisma aorta, aterosklerosis juga menyebabkan penyakit jantung dan serangan jantung.
  • Tekanan darah tinggi
    Tekanan darah yang tinggi memberi tekanan pada dindin aorta. Jika tidak segera diatasi, tekanan ini bisa memicu penggelembungan dinding pembuluh darah.
  • Diabetes

    Kamu Harus Tahu Aneurisma Aorta, Perenggut Nyawa Bondan Winarno
    Ilustrasi pemeriksaan diabetes (Foto: google)

    Jika tidak dikontrol dengan baik, diabetes dapat membuat aterosklerosis muncul lebih cepat dan lebih parah, sehingga merusak pembuluh darah dan membuatnya menjadi lemah dan mudah diserang gangguan lain.

  • Nekrosis medial kistik
    Dalam kondisi ini, lapisan medial pada pembuluh darah memburuk dan ada lapisan abnormal yang melemahkan struktur pendukung dinding pembuluh darah. Ini biasanya terjadi pada beberapa penyakit keturunan seperti sindrom Marfan dan sindrom Ehlers-Danlos. Kadang-kadang juga muncul akibat penyakit katup jantung atau saat hamil.
  • Aneurisma mikotik
    Aneurisma mikotik terjadi karena ada bakteri yang masuk ke sistem pembuluh darah dan menyerang dinding pembuluh darah. Biasanya bakteri masuk melalui area yang sempat terluka atau yang lemah sejak lahir. Penyebab utama kondisi ini adalah penyakit kelamin sipilis yang sudah parah.
  • Aneurisma inflamasi
    Inflamasi atau vaskulitis seperti psoriasis (kelainan kulit yang kronis) atau rheumatoid arthritis (penyakit yang menyebabkan radan dan mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi) bisa memicu peradangan di dinding pembuluh darah. Jika tidak ditangani, penyakit ini akan membuat dinding aorta menjadi lemah.
  • Cedera
    Jika dada atau perut mengalami cedera karena kecelakaan, cedera itu bisa merusak bagian aorta. Membuatnya lebih lemah dan lebih mudah menggelembung.

Gejala-gejala
Tidak ada gejala nyata yang diperlihatkan penyakit ini. Hal inilah yang membuat para penderitanya tidak tahu dan tidak sadar. Mereka baru tahu bahwa mereka menderita penyakit itu ketika kondisi mereka sudah sangat parah. Ketika penggelembungan di pembuluh darah sudah sangat besar atau pecah. Pada umumnya, mereka tahu bahwa aneurisma yang mereka derita sudah sangat parah ketika mereka menjalani medical check-up.

Kamu Harus Tahu Aneurisma Aorta, Perenggut Nyawa Bondan Winarno
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Apakah memang tidak ada gejala yang khas dari penyakit ini, sehingga tidak bisa diatasi sedini mungkin? Sebenarnya ada beberapa gejala yang timbul ketika aneurisma sudah membesar. Gejala-gejala itu adalah nyeri dada, nyeri punggung, perasaan tak nyaman pada bagian dada atas, denyut yang kuat di area perut, merasa kenyang setelah makan sekalipun hanya sedikit yang dimakan, mual atau muntah, kepala “keliyengan”, lemas, napas pendek, denyut jantung cepat, mati rasa, kesemutan, atau sensasi dingin pada tangan atau kaki, dan pingsan.

#YUKKpakeYUKK

 

 

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry