Jessica Iskandar Menderita Takikardia; Berbahayakah?

Jessica Iskandar mengidap takikardia
Jessica Iskandar (Foto: Instagram/@inijedar)

Ada kabar mengejutkan dari Jessica Iskandar. Pesohor yang akrab disapa Jedar itu mengatakan bahwa kondisi kesehatannya menurun dalam beberapa waktu terakhir ini. Dia mengungkapkan hal itu melalui saluran YouTube.

Beberapa waktu lalu, katanya, dia menemui dokter untuk memeriksakan kesehatannya. Pasalnya, jantungnya berdetak kencang tidak seperti biasanya. Dan ketika diperiksa, detak jantung ibu satu orang anak itu mencapai 124 kali per menit. Dia mengidap takikardia.

 “Ada takikardia. Yah, itu detak jantung lebih dari normal. Kalau normal kan 70-80. Nah, Jessica itu di atas 120 tadi,” kata dokter seperti dikutip dari haibunda.com.

Jessica Iskandar mengidap takikardia
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Takikardia adalah kondisi denyut jantung yang berdebar cepat. Menurut Ns. Osty Histry Kapahang, S.Kep dari RSJPD Harapan Kita, takikardi atau takikardia merupakan jenis aritmia, yaitu denyut jantung yang tidak normal. Pada kondisi ini, denyut jantung lebih cepat dari normal atau lebih dari 100 kali per menit.

“Takikardi bisa mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan nafas menjadi pendek, nyeri dada, pusing sampai tidak sadarkan diri,” demikian tulis Osty dalam laman Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Jessica Iskandar mengidap takikardia
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Takikardia ini disebabkan oleh banyak faktor. Dilansir Harvard Health Publishing, takikardia bisa terjadi karena merupakan respons normal tubuh terhadap sesuatu seperti kecemasan, demam, kehilangan darah dengan cepat, atau olahraga berat. Bisa juga karena masalah medis seperti hormon tiroid yang tinggi (hipertiroidisme), pneumonia, atau ada gumpalan darah di salah satu arteri paru-paru. Dan bisa juga karena efek samping dari makanan atau minuman seperti kopi, teh, alkohol, tembakau, atau obat-obatan.

Cepat atau lamanya durasi takikardia ini sangat tergantung pada penyebabnya. Jika takikardia terjadi karena demam, maka dia akan hilang saat suhu tubuh kembali normal. Jika takikardia terjadi karena kehilangan darah, maka dia akan berakhir ketika pasien distabilkan dengan infus atau transfusi darah. Namun, takikardia yang dipicu oleh masalah jantung bisa bertahan lebih lama.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry