Jangan Terlalu Banyak Konsumsi Suplemen Vitamin C!

Jangan Terlalu Banyak Konsumsi Suplemen Vitamin C!
Ilustrasi vitamin C (Foto: NacthaS)

Pandemi memaksa orang untuk mengubah pola hidup. Yang sebelumnya jarang mencuci tangan menjadi lebih rajin mencuci tangan. Yang sebelumnya jarang berolahraga menjadi lebih rutin berolahraga. Dan yang sebelumnya tidak menjaga pola makan yang sehat menjadi lebih memperhatikan asupan sehari-hari.

Selain rajin berolahraga dan menjaga pola makan, ada satu lagi kebiasaan yang muncul pada beberapa orang selama pandemi ini. Kebiasaan itu adalah mengonsumsi suplemen seperti vitamin D, C, dan zinc. Setiap hari, mereka mengonsumsi suplemen-suplemen itu untuk meningkatkan dan mempertahankan daya tahan tubuh menghadapi serangan virus Corona.

Jangan Terlalu Banyak Konsumsi Suplemen Vitamin C!
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Suplemen-suplemen itu memang bisa meningkatan daya tahan tubuh. Vitamin C, misalnya. Vitamin itu punya banyak manfaat untuk tubuh seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu proses pemulihan, membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, dan menghambat risiko penuaan dini, perjalanan penyakit kanker, dan penyakit jantung.

Yang harus disadari adalah suplemen-suplemen itu tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi suplemen vitamin C dapat menyebabkan efek samping yang beragam. Mulai dari yang ringan hingga yang berat.

Dikutip YUKK dari Mayo Clinic, ada beberapa masalah yang bisa timbul akibat kelebihan konsumsi suplemen. Salah satunya adalah masalah pencernaan. Gejalanya berupa mual, muntah, diare, kram perut, dan maag. Selain masalah pencernaan, bisa juga terjadi insomnia dan sakit kepala.

Jangan Terlalu Banyak Konsumsi Suplemen Vitamin C!
Ilustrasi maag (Foto: Shutterstock)

Terlalu banyak mengonsumsi suplemen vitamin C, seperti dikutip YUKK dari Medical News Today, juga dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal, ketidakseimbangan nutrisi, dan taji tulang (osteofit). Masalah lain adalah menurunnya kemampuan tubuh untuk meningkatkan kolesterol baik (high density lipoprotein-HDL) pada orang yang menggunakan obat kombinasi niacin-simvastatin.

Lalu berapa dosis vitamin C yang dianjurkan? Menurut Angka Kecukupan Gizi yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan, anak yang berusia di atas 1 tahun membutuhkan asupan vitamin C sebanyak 40—45 mg. Remaja berusia di atas 12 tahun membutuhkan 65—90 mg per hari. Dan orang dewasa di atas 18 tahun sebanyak 75—90 mg.

Jangan Terlalu Banyak Konsumsi Suplemen Vitamin C!
Ilustrasi taji tulang (Foto: Shutterstock)

Menurut penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA), tubuh hanya mampu mencerna 200 mg vitamin C setiap hari. Lebih dari itu, vitamin C tidak akan diserap. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition juga menunjukkan hal yang sama. Manusia hanya mampu mengolah 120–200 mg vitamin C setiap hari.

Praktisi kesehatan menyarankan orang untuk mengonsumsi vitamin C dosis rendah, yaitu 100—250 mg/hari. Pasalnya, vitamin C dengan dosis 100 mg dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga 67%. Jika penyerapan zat besi meningkat, risiko anemia pada orang-orang yang rentan kekurangan zat besi bisa diturunkan.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry