Jangan Sampai Lengah! Ini 4 Modus Begal Rekening Lewat Soceng!

Jangan Sampai Lengah! Ini 4 Modus Begal Rekening Lewat Soceng!
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Soceng? Itu adalah akronim dari social engineering. Social engineering tercatat sebagai salah satu bentuk kejahatan siber yang paling sering terjadi beberapa tahun belakangan ini.

Social engineering, menurut Kaspersky, adalah teknik manipulasi yang bersifat eksploitatif terhadap kesalahan manusia. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi pribadi, akses, atau barang berharga. Teknik manipulasi ini, pada umumnya, dilakukan melalui telepon dan internet.

Salah satu bentuk social engineering yang biasanya dilakukan adalah menyebarkan informasi palsu melalui jejaring sosial. Bisa juga dengan cara mengirim pesan singkat yang mengatasnamakan pihak tertentu seperti pihak bank. Harapan pelaku adalah korban terjebak, sehingga isi rekening bisa dikuras atau informasi pribadi bisa diambil.

Berikut ini ada 4 modus penipuan melalui social engineering seperti dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK):

Info perubahan tarif transfer bank

Jangan Sampai Lengah! Ini 4 Modus Begal Rekening Lewat Soceng!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Pelaku soceng berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi tentang perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP, dan password.

Tawaran menjadi nasabah prioritas

Jangan Sampai Lengah! Ini 4 Modus Begal Rekening Lewat Soceng!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Pelaku menawarkan korban menjadi nasabah prioritas dengan iming-iming tertentu. Ketika korban tertarik, pelaku akan meminta korban memberikan data pribadi seperti nomor kartu ATM, PIN, OTP, nomor CVV/CVC, dan password.

Akun layanan konsumen palsu

Jangan Sampai Lengah! Ini 4 Modus Begal Rekening Lewat Soceng!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Modus ini sering sekali terjadi. Ketika ada nasabah yang mengeluhkan layanan bank tertentu, pelaku akan muncul dengan akun media sosial palsu bank tertentu itu. Pelaku menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan korban ke website palsu pelaku atau meminta data pribadi korban.

Tawaran menjadi agen laku pandai

Jangan Sampai Lengah! Ini 4 Modus Begal Rekening Lewat Soceng!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Perlu diketahui bahwa Laku Pandai adalah sebuah program keuangan inklusif yang dipelopori oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan keuangan melalui kerja sama dengan agen bank dan didukung penggunaan teknologi informasi. Melalui program ini, bank tidak perlu lagi hadir di masyarakat lewat kantor cabang. Program ini memungkinkan masyarakat untuk membuka rekening tabungan dan menarik dana melalui perantara agen. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan inklusi keuangan, sehingga kesejahteraan masyarakat pun meningkat.

Program ini ternyata dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Pelaku social engineering akan menawarkan jasa menjadi agen laku pandai bank kepada korban tanpa persyaratan rumit. Pelaku akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry