Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Tidak Mau Rekening Bankmu Dijebol

Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Tidak Mau Rekening Bankmu Dijebol
Ilustrasi (Foto: Crello)

Pada Februari lalu, aparat Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil menangkap sindikat pembobol rekening nasabah bank. Sindikat itu terdiri atas 4 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Mereka ditangkap setelah menguras rekening dua orang nasabah sebanyak Rp1,5 miliar.

Para pelaku, seperti dikutip YUKK dari Liputan6.com, datang ke salah satu bank BUMN di Semarang dengan membawa dokumen palsu. Dokumen itu terdiri atas KTP elektronik, buku tabungan, dan spesimen tandan tangan calon korban. Lalu dua pelaku di antaranya berpura-pura menjadi nasabah untuk mencairkan uang. Ternyata nasabah yang menjadi korban pembobolan rekening itu tidak tinggal di Semarang.

Kasus ini adalah satu dari sekian banyak kasus yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. Ada banyak faktor penyebabnya. Bisa karena keterlibatan orang dalam. Bisa juga karena keteledoran nasabah.

Dikutip YUKK dari Hacked, ada 3 keteledoran nasabah yang membuat rekening banknya dengan mudah dijebol pelaku kejahatan. Berikut 3 jenis keteledoran itu:

Mengakses akun perbankan dengan internet publik

Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Tidak Mau Rekening Bankmu Dijebol
Ilustrasi (Foto: Crello)

Banyak orang melakukan ini. Dengan alasan menghemat kuota internet, mereka menggunakan internet publik untuk mengakses akun perbankan seperti mobile banking. Padahal ini adalah cara yang sangat berbahaya. Peretas bisa dengan mudah meretas akun bank ketika orang menggunakan akses internet yang sama dengannya.

Klik phishing scam

Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Tidak Mau Rekening Bankmu Dijebol
Ilustrasi (Foto: Crello)

Harus diketahui bahwa makin banyak modus yang digunakan pelaku kejahatan siber untuk menjebol akun dan rekening nasabah. Salah satunya adalah dengan mengirimkan link melalui pesan singkat atau notifikasi melalui e-mail bahwa telah ada upaya pengubahan password dalam akun pengguna. Mereka berharap korban khawatir akan keamanan akun dan mengeklik tautan ke situs yang meniru halaman login akun. Di situ, mereka meminta korban untuk mengisi nama dan kata sandi.

Modus ini disebut phising. Tujuan dari phising adalah menangkap informasi yang sangat sensitif dari korban seperti username, password, dan detail kartu kredit. Pelaku bertindak sebagai sebuah entitas yang dapat dipercaya, sehingga korban mudah terjebak.

Tidak berhati-hati menggunakan kartu ATM

Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Tidak Mau Rekening Bankmu Dijebol
Ilustrasi (Foto: Crello)

Masyarakat sudah sering diingatkan untuk berhati-hati saat menggunakan kartu debit di berbagai ATM. Sudah ada banyak kasus scamming yang terjadi. Dalam beberapa kasus, para pelaku kejahatan meletakkan perangkat yang ditanam di ATM untuk merekam informasi pada pita magnetik kartu. Lalu data-data korban digunakan untuk membuat kartu palsu. Dalam kasus yang lain, pencuri memasang kamera kecil atau papan tombol palsu untuk mencuri PIN korban.

Itulah 3 bentuk keteledoran masyarakat yang menjadi pintu masuk para pelaku kejahatan untuk membobol rekening bank. Jika kamu tidak mau menjadi korban, jangan lakukan itu. Tetaplah waspada dan berhati-hati!

 

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry