Jangan Gantungkan Masker di Leher!

Jangan Gantungkan Masker di Leher!
Ilustrasi (Foto: detikcom)

Sebuah tren baru muncul di kalangan muda. Pada tali masker dipasang tali pengait (strap) seperti rantai pada kacamata. Ketika tidak dipakai, masker bisa dilepaskan dan dibiarkan tergantung di atas dada.

Mungkin memang lebih praktis. Orang tidak perlu repot-repot melepaskan masker dan meletakkanya di atas meja atau di dalam tas ketika hendak makan. Cukup dilepaskan dari telinga dan dibiarkan tergantung di atas dada. Namun, cara ini sebenarnya salah. Cara seperti ini justru berpotensi menyebarkan virus.

Jangan Gantungkan Masker di Leher!
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

“Kalau kita turunkan pakai pengait itu sampai ke bawah, itu akan kena ke hijab, ke baju. Jadi, sebenarnya bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain kecuali dengan bagian tubuh,” jelas Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting, SpP (K) dalam konferensi pers BNPB yang disiarkan melalui YouTube.

Perlu diketahui bahwa bagian luar masker berfungsi untuk menyaring virus, bakteri, dan kuman agar tidak masuk ke saluran napas. Sementara itu, bagian dalam masker menghambat droplet dari mulut yang keluar saat kita berbicara atau bersin. Dengan menggantungkan masker di dada, bagian dalam masker terekspos area luar yang mungkin juga menempel di bagian leher. Hal ini akan memperbesar potensi penularan virus Corona.

Jangan Gantungkan Masker di Leher!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

“Apalagi jika tangan kita menyentuh bagian luar kemudian menyentuh lagi bagian dalam. Naik-turunnya masker itu yang kita khawatirkan terlebih jika jari-jari kita menyentuh bagian luar masker,” katanya.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry