Inilah “Malaikat Tak Bersayap” dari Nigeria

News | 7 November 2020
Inilah “Malaikat Tak Bersayap” dari Nigeria
Zeal Akaraiwai (Foto: bbc.com)

Lelaki itu keluar masuk rumah sakit di Nigeria. Dia bertemu dengan orang-orang yang tergolek lemah di situ. Berbicara sebentar. Lalu pergi. Beberapa hari kemudian, orang-orang yang sakit itu meninggalkan rumah sakit dengan wajah yang bahagia.

Lelaki itu adalah Zeal Akaraiwai. Dia, seperti dikutip YUKK dari bbc.com, datang ke rumah-rumah sakit untuk membayar biaya pengobatan dan perawatan orang-orang yang miskin. Karena aksinya itulah, lelaki yang berprofesi sebagai konsultan keuangan itu dijuluki warga Nigeria sebagai “malaikat tak bersayap”.

Sama seperti hari-hari sebelumnya, dia datang lagi ke rumah sakit setelah sebelumnya meminta daftar pasien yang tidak mampu bayar biaya pengobatan dan perawatan mereka pada para pekerja sosial. Kali ini, dia diantar seorang pekerja sosial untuk menemui seorang pasien.  Pasien itu seorang tukang potong rambut.

Inilah “Malaikat Tak Bersayap” dari Nigeria
Zeal meminta daftar pasien yang tidak mampu membayar biaya pengobatannya (Foto: bbc.com)

“Apa yang terjadi padamu?” tanya dengan suara yang lirih sambil membungkuk.

“Aku ditembak oleh seseorang yang tidak aku kenal,” jawabnya dengan suara yang pelan.

“Lalu bagaimana kamu membayar tagihan rumah sakitmu?” tanyanya lagi.

“Aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan,” balasnya.

Selama beberapa menit mereka ngobrol sekalipun mereka tidak saling kenal. Lelaki yang tergolek lema itu pun tidak tanya siapa lelaki yang mengunjunginya dan mengajaknya ngobrol. Dia hanya mendengar sekilas lelaki itu bertanya kepada perawat tentang biaya pengobatan perawatannya.

Kata perawat itu, jumlah total biaya pengobatan dan perawatannya adalah $250. Jumlah yang tidak kecil untuk orang kecil sepertinya. Dengan apa dia bisa membayar tagihan itu?

Inilah “Malaikat Tak Bersayap” dari Nigeria
Daftar pasien yang tidak bisa keluar dari rumah sakit karena tidak mampu membayar biaya pengobatan dan perawatan (Foto: bbc.com)

Perlu diketahui bahwa di Nigeria, layanan kesehatan gratis sangat sedikit. Untuk warga miskin, hal ini menjadi masalah yang rumit. Mereka baru bisa keluar dari rumah sakit jika sudah membayar biaya pengobatan dan perawatan. Sekalipun mereka sudah sembuh, mereka tidak akan keluar dari rumah sakit jika belum membayar tagihan rumah sakit.

Tukang potong rambut itu tidak tahu bahwa tagihan rumah sakitnya sudah dilunasi. Dilunasi oleh lelaki yang tidak dikenalnya; tidak punya hubungan kekerabatan dengannya. Keesokan harinya, dia meninggalkan rumah sakit dengan semringah.

Entah bagaimana lelaki itu berterima kasih karena Zeal tidak menghubunginya atau memberitahukan sesuatu kepadanya. Zeal menghilang setelah membayar tagihan rumah sakitnya. Dia melakukan itu karena dia tidak mau orang berterima kasih atas apa yang telah dilakukannya. Tidak mau orang mengenalnya.

“Itulah mengapa saya menyebut proyek ini Proyek Malaikat,” katanya.

Inilah “Malaikat Tak Bersayap” dari Nigeria
Zeal membayar biaya rumah sakit pasien yang tidak dikenalnya lalu pergi begitu saja (Foto: bbc.com)

Dengan cara itulah dia menghidupi imannya. Dengan cara itu pula dia menunjukkan kepada banyak orang lainnya bahwa masing-masing kita bisa berbuat sesuatu yang baik kepada sesama kita. Setiap orang bisa melakukan sesuatu untuk membantu orang yang sedang mengalami kesulitan dan masalah.

Untuk menjalankan proyek ini, dia dibantu oleh teman-teman dan keluarganya. Mereka menyalurkan uang yang kemudian dia gunakan untuk membantu orang lain. Dan semua kuitansi atau bukti pembayaran dia simpan dengan rapi dalam sebuah buku hitam, berikut data pasien yang tagihannya sudah dia bayar itu. Semua itu menjadi bukti pertanggungjawabannya kepada mereka yang telah membantunya dalam proyek ini.

“Setiap minggu, saya melihat dampak yang besar dari tidak adanya asuransi kesehatan. Dan orang meninggal dunia. Jadi, di mana kamu menempatkan ‘harga’ hidup seorang manusia?” katanya.

 

                             

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry