Inilah 10 Sneaker Legendaris (2)

Sneaker legendaris
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sneaker. Sepatu jenis ini punya sejarah yang amat panjang untuk menjadi “sepatu sejuta” umat. Sepatu ini, sejak tahun 1950-an, dianggap sebagai simbol modernisasi.

Berikut ini 10 sneaker paling legendaris sepanjang masa seperti dilansir kompas.com.

Nike Air Force 1

Sneaker legendaris
(Foto: Rakuten)

Nike memperkenalkan Air Force 1 untuk pertama kali pada tahun 1982 lalu. Namanya mengikuti nama pesawat terbang Presiden Amerika Serikat. Dan ini merupakan langkah pertama Nike ke dunia basket.

Melalui sepatu ini, Bruce Kilgore, perancang sepatu Nike legendaris, ingin memperkenalkan teknologi Air kepada pemain basket. Sumber inspirasinya adalah sepatu untuk pendaki gunung yang lebih rendah di bagian belakang daripada di bagian depan. Ia juga menciptakan sepatu dengan motif alas kaki yang melingkar (cupsole).

Sneaker legendaris
Bruce Kilgore (Foto: freshnessmag.com)

Berbagai teknologi itu membuat Air Force 1 menjadi sepatu basket paling mutakhir pada masanya. Itulah mengapa para bintang NBA (National Basketball Association) sangat suka memakainya. Sebut saja Moses Malone (Philadelphia 76ers), Michael Cooper (LA Lakers), Bobby Jones (Philadelphia 76ers), Calvin Natt (Portland Trail Blazers), Mychal Thompson (Portland Trail Blazers), dan Jamal Wilkes (LA Lakers). Kobe Bryant mengenakan sepatu ini 2 kali pada tahun 2002. Pertama, saat ia bermain dalam Entertainers Basketball Classic di Rucker Park. Kedua, dalam pertandingan NBA dimana ia mengumpulkan 15 poin dengan 11 rebound dan 11 assist.

Sneaker legendaris
Moses Malone (2) (Foto: Pinterest)

Pada tahun 1984, Nike sempat menghentikan produksi sepatu ini. Namun, permintaan para fans memaksa Nike untuk kembali memproduksinya 2 tahun kemudian. Dan sejarah mencatat bahwa Air Force 1 adalah salah satu sneaker paling legendaris dalam sejarah. Sepatu ini diperkirakan mendatangkan US$800 juta atau setara dengan Rp10,7 triliun per tahun untuk Nike.

Adidas Superstar

Sneaker legendaris
(Foto: Side Step)

Adidas memang merupakan label dari Jerman. Namun, Superstar diproduksi di Prancis. Sepatu ini diluncurkan pada tahun 1969. Ini adalah sepatu basket berbahan kulit pertama yang low-top atau yang tidak menutupi mata kaki. Dan yang paling diingat adalah bagian penutup jarinya yang terbuat dari karet. Karena keunikan itu, sepatu ini disebut “Shell Toes” seperti yang didokumentasikan oleh Bobbito Garcia dalam bukunya yang berjudul Where’d You Get Those? New York City’s Sneaker Culture: 1960-1987.

“Orang-orang bahkan tidak tahu bahwa namanya Superstar. Mereka menyebutnya ‘Shell Toes’,” katanya.

Sneaker legendaris
Run-DMC memakai Adidas Superstar (Foto: blog.sneakersnstuff.com)

Transisi Superstar dari sepatu olahraga menjadi gaya hidup baru dimulai pada tahun 1980 ketika sepatu ini mulai dilirik oleh dunia hiphop. Adalah Run-DMC, sebuah grup hiphop paling legendaris di Amerika Serikat, menggunakan sepatu ini sebagai identitas mereka. Mereka memakai sepatu ini tanpa tali dengdan lidah yang menjuntai. Dalam sekejap, gaya mereka ditiru hampir semua anak muda di Amerika.

Selain Run-DMC, selebritas hiphop lain yang dikenal sebagai fans Superstar adalah Kanye West dan Pharell Williams. Williams bahkan menghidupkan kembali kegilaan terhadap sepatu ini ketika dikontrak oleh Adidas pada tahun 2015 lalu. Sementara di kalangan pemain skateboard, sepatu ini baru populer pada era 90-an. Chris Hall, pemain skateboard profesional, adalah salah satu penggemarnya.

Onitsuka Tiger Corsair

Sneaker legendaris
Onitsuka Tiger Corsair (Foto: Tokopedia)

Semuanya berawal pada tahun 1949 lalu. Ketika itu, Kihachiro Onitsuka mendirikan ASICS dengan nama awal Onitsuka Co Ltd untuk meningkatkan kepercayaan diri anak muda Jepang yang baru saja melewati masa perang melalui olahraga. Garis yang kini menjadi identitas sepatu Onitsuka Tiger pertama kali diperkenalkan ke publik melalui sepatu Onitsuka Tiger jenis yang lain, Mexico 66.

“Inilah sepatu yang melahirkan Nike,” kata Colin Brickley, Manager of Sales & Marketing Onitsuka Tiger, dalam video sejarah sepatu Onitsuka Tiger.

Sneaker legendaris
Bill Bowerman (Foto: Nike)

Sekilas terdengar agak arogan. Namun, fakta menunjukkan demikian. Corsair lahir pada tahun 1969 dan langsung menarik perhatian Bill Bowerman, pakar jogging dan pelari ternama asal Oregon. Saat itu, Bowerman baru saja berinvestasi pada sebuah perusahaan distribusi sneaker bernama Blue Riboon Sports. Dan ia ingin membawa lini Onitsuka Tiger ke Amerika Serikat.

Ternyata sepatu itu laku keras di Amerika. Melihat hal itu, Bowerman menawarkan prototipe sepatu yang menggabungkan dua sepatu Tiger yang sudah ada sebelumnya. Onitsuka Tiger menyanggupi ide ini, sehingga lahirlah Cortez.

Sneaker legendaris
Nike Cortez (Foto: Nike)

Dalam perjalanan, hubungan Bowerman dengan Onitsuka Tiger memburuk. Akhirnya mereka berpisah. Lalu Bowerman meluncurkan Cortez di bawah lininya sendiri, Nike. Rancangannya sama persis dengan Onitsuka Tiger kecuali motif centang yang menggantikan garis-garis ikonis Onitsuka Tiger.

Apa yang dilakukan Bowerman ini memicu masalah yang lebih besar, hingga akhirnya terjadilan perseteruan panjang di pengadilan. Hakim lalu memutuskan untuk memperbolehkan keduanya memproduksi Cortez. Nike menggunakan nama Cortez. Sementara Onitsuka Tiger meluncurkan nama baru, yaitu Corsair.

New Balance 574

Sneaker legendaris
(Foto: Istimewa)

William J. Riley mendirikan New Balance pada tahun 1906. Ketika itu, namanya masih New Balance Arch Support. Dan New Balance belum menciptakan sepasang sepatu pun. Yang diproduksi adalah insole dan aksesori sepatu.

Baru pada tahun 1960 New Balance menciptakan senpatunya sendiri. Namanya The Trackster. Itu adalah sepatu lari pertama di dunia yang memiliki alas bergerigi yang hadir dengan berbagai pilihan ukuran lebar.

Lebih dari 20 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1988, lahir 574. Produk ikonis New Balance ini dibuat dari sisa bahan 576. Sepatu ini punya ujung yang mengotak, tumit yang sempit, dan punggung yang tinggi. Siluetnya sangat maskulin

Menarik bahwa Balance menamai sepatunya hanya dengan angka. Rupanya ada alasan yang mendasar. Balance ingin agar pembeli lebih berfokus pada kelebihan sepatu daripada namanya.

Sneaker legendaris
Dick Beardsley (Foto: Twitter)

574 ini dikenakan oleh sederet selebritas hiphop Amerika Serikat. Termasuk di dalamnya Pharell, Mos Def, dan Raekwon dari Wu-tang Clan. Salah satu atlet legendaris yang pernah memakai 574 adalah Dick Beardsley. Ia meraih peringkat kedua di Maraton Boston pada tahun 1982.

Yang membuat 574 sangat populer adalah bisa sepenuhnya dikustomisasi secara online. Layanan yang hanya hadir di negara-negara tertentu ini memperbolehkan pembeli memilih warna setiap bagian sepatu 574, mulai dari alas, tali, hingga lining dalam dan membubuhkan tanda tangan mereka di belakang sepatu.

Vans Authentic

Sneaker legendaris
(Foto: Shopee)

Pada 16 Maret 1966, Paul Van Doren dan saudaranya, Jim Van Doren, serta Gordon Lee dan Serge Dalia membuka pintu Van Doren Rubber Company untuk pertama kalinya di California, Amerika Serikat. Ini adalah toko pembuat sepatu. Ketika itu, setiap sepatu yang dijual baru akan dibuat setelah dipesan. Pada hari itu, 12 pelanggan membeli sepatu #44 yang kini dikenal dengan nama Authentic.

Hubungan Vans dengan skateboard baru dimulai beberapa tahun kemudian, tepatnya pada era 70-an. Saat itu, para pemain skateboard legendaris seperti Tony Alva, Stacy Peralta, dan Z-Boys memakainya untuk memenangi berbagai kompetisi. Paul bercerita bagaimana Alva dan Peralta datang ke tokonya di Santa Monica, California, untuk membeli sepatu baru. Uniknya, mereka datang untuk membeli satu sisi sepatu saja.

Sneaker legendaris
Steve Van Doren (Foto: thehustle.co)

“Kami selalu merusak satu sisi sepatu saja,” ujar Alva.

Perlu diketahui bahwa papan skateboard pada masa itu cukup sempit. Dengan demikian, pemain skateboard harus menggunakan satu kaki untuk mengontrol arah dan satu kaki sebagai rem. Sepatu yang digunakan sebagai rem ini sering kali rusak. Paul memperbolehkan para pemain skateboard Santa Monica untuk membeli satu sisi saja untuk setengah harga.

Popularitas Vans meluas ke berbagai subbudaya lainnya, termasuk hiphop, punk rock, streetwear, dan emo. Namun, hingga kini, label itu masih menjadi pilihan utama para pemain skateboard. Selebritas Hollywood seperti Pharell, Kanye West, Zac Efron, Kristen Stewart, Taylor Swift, Justin Bieber, dan Lil Wayne memiliki setidaknya satu pasang sepatu ini

Sneaker legendaris
Stacy Peralta memakai Vans (Foto: thehustle.co)

Vans pernah mengalami kebangkrutan pada tahun 1984. Ketika itu, Vans mencoba untuk merambah ke bidang olahraga lain seperti basket, sepak bola, tenis, terjun payung, gulat, dan breakdance. Dalam waktu tiga tahun, Paul Van Doren membangun kembali perusahaannya dan label ini kembali pada olahraga skateboard.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry