Ini Efek Negatif dari Diet Telur Rebus!

Ini Efek Negatif dari Diet Telur Rebus!
Telur rebus (Foto: Pregnancy Food Checker)

Diet adalah salah satu cara yang dipilih orang untuk menurunkan berat badan selain berolahraga secara teratur. Mulai dari diet Atkins yang rendah karbohidrat itu hingga intermittent fasting yang berpusat pada kontrol jam makan. Masing-masing diet itu punya kelebihan dan kekurangannya.

Selain beberapa diet yang sudah sangat populer itu, ada juga jenis diet lain yang dianggap efektif menurunkan berat badan. Diet itu adalah diet telur rebus. Dalam sehari, orang makan 2—3 butir telur rebus. Diet ini mirip dengan diet tinggi protein karena orang yang memilih diet ini berusaha untuk menghindari karbohidrat.

Ini Efek Negatif dari Diet Telur Rebus!
Ilustrasi (Foto: Masterlife)

Mengapa telur rebus? Karena telur mengandung protein dalam jumlah yang banyak. Dalam sebutir telur rebus terdapat 5,5 g protein atau sekitar 10—12% untuk asupan per hari orang dewasa. Selain itu, telur juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, selenium, folat, kolin, vitamin A, vitamin B-12, dan vitamin D.

Apakah diet telur rebus ini efektif? Dikutip YUKK dari Medical News Today, metode diet ini sebenarnya belum sepenuhnya terbukti efektif dalam menurunkan berat badan. Orang yang menjalankan diet ini memang mengalami penurunan berat badan. Namun, penurunan berat badan ini harus diwaspadai karena bisa jadi bukan lemak yang hilang, melainkan berkurangnya cairan penting dalam tubuh. Oleh karena itu, orang yang menjalankan diet ini tetap disarankan untuk mengonsumsi sayuran, buah-buahan, ika, bijin-bijian atau kacang-kacangan, dan sumber karbohidrat rendah kalori seperti beras merah, kentang, dan lainnya.

Berikut ini, seperti dikutip YUKK dari Healthline, ada beberapa risiko yang bisa muncul dari diet telur rebus:

Malnutrisi

Ini Efek Negatif dari Diet Telur Rebus!
Ilustrasi (Foto: zigverve.com)

Telur memang mengandung protein yang banyak. Protein akan membantu meningkatkan proses metabolisme tubuh. Namun, tubuh juga tetap membutuhkan nutrisi seimbang seperti karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral yang tidak semuanya ada di dalam telur.

Jika tubuh tidak mendapatakan semua nutrisi penting itu, bisa terjadi masalah serius. Fungsi tubuh tidak bekerja dengan maksimal. Tubuh jadi kurang berenergi. Selain itu, diet tinggi protein dan rendah karbohidrat juga bisa menyebabkan ketosis, sebuah kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan karbohidrat untuk dibakar menjadi energi.

Berat badan naik-turun

Ini Efek Negatif dari Diet Telur Rebus!
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Mungkin memang diet telur rebus bisa menurunkan berat badan dengan cepat. Namun, hal ini justru memicu berat badan naik-turun tidak menentu. Berat badan yang turun itu tidak bertahan lama. Mengapa? Karena yang hilang dari tubuh bukanlah lemak, melainkan cairan tubuh. Ketika cairan tubuh hilang, orang dianjurkan untuk mengonsumsi makanan lagi untuk memenuhi cairan itu.

Jika kamu ingin menurunkan berat badan, kamu harus tahu penurunan berat badan yang normal. Berdasarkan anjuran kementerian kesehatan, penurunan berat badan yang normal itu 0,5-1 kg per minggu. Bukan dalam hitungan minggu bisa turun drastis hingga lebih dari 1 kg.

Meningkatkan kolesterol

Ini Efek Negatif dari Diet Telur Rebus!
Ilustrasi (Foto: Verywell Health)

Bahaya lain dari diet telur rebus, seperti dilansir Medical News Today, adalah meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh. Mengapa? Karena ketika kamu makan telur rebus 2—3 butir setiap hari selama jangka waktu yang cukup lama, bisa terjadi lonjakan kolesterol. Jika kadar kolesterol meningkat, meningkat juga risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, mereka yang punya riwayat alergi disarankan untuk tidak memilih diet ini karena bisa timbul reaksi seperti ruam kulit, biduran, mual, gatal, dan gangguan pencernaan.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry