Ini 3 Trik Menghadapi ‘New Normal’ di Dunia Kerja

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia memang terus meningkat. Demikian juga angka kematian dan kesembuhan pasien Covid-19. Hingga Kamis (28/5) pagi ini, jumlah total kasus positif mencapai 23.851 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 1.473 orang meninggal dunia dan 6.057 orang berhasil disembuhkan.

Dalam situasi semakin meningkatnya jumlah kasus, pemerintah Indonesia berencana untuk memberlakukan kenormalan baru (new normal). Sebuah usaha yang dilihat banyak pihak sebagai langkah pemerintah untuk menggeliatkan kembali roda ekonomi. Dan kenormalan baru ini direncanakan untuk diterapkan di beberapa daerah pada bulan Juni.

Kenormalan baru ini diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah bidang kerja. Memang tidak mudah. Namun, semua orang dituntut untuk mampu beradaptasi dengan kenormalan baru ini.

Bagaimana menghadapi kenormalan baru dalam dunia kerja? Ada 3 langkah penting yang bisa dilakukan:

Menerima perubahan

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menerima perubahan baru. Pandemi telah membuat banyak hal berubah dalam hidup ini. Dan ini harus diterima dan dihadapi.

“Langkah paling pertama accept dulu. Terima bahwa perubahan tidak dapat dihindari dan kita harus berpartisipasi, bahu-membahu di dalamnya untuk kepentingan bersama,” kata Veronica Adesla, psikolog klinis Personal Growth, seperti dikutip YUKK dari CNNIndonesia.com.

Sikap menerima ditunjukkan dengan berdamai dan hidup berdampingan dengan perubahan.Dengan menerima perubahan, orang akan lebih mudah untuk beradaptasi.

Menyesuaikan diri

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Langkah kedua adalah menyesuaikan diri dengan perubahan itu.Di sini, orang melakukan hal-hal baru yang sesuai dengan perubahan. Misalnya, belajar kemampuan baru karena new normal mengharuskan penggunaan teknologi.

“Langkah kedua adalah lakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita sambil mencoba mencari cara untuk belajar menyesuaikan diri, yaitu untuk dapat menguasai berbagai keterampilan baru, membuat rutinitas baru, mengatur waktu,” tutur Veronica.

Dalam hal ini, elemen lain yang ikut mempengaruhi dunia kerja juga diperhatikan. Misalnya, kesehatan. Untuk tetap sehat dalam kenormalan baru ini, orang harus dapat menjalani hidup sehat dengan makan teratur, makan sayur dan buah yang banyak, menjaga kebersihan, dan sebagainya.

Kerja sama

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Tidak mudah untuk menjalani kenormalan baru di dunia kerja. Dibutuhkan kerja sama dan kerelaan untuk saling menolong dan memahami orang lain. Di dunia kerja, misalnya, dibutuhkan kerja sama dan saling mendukung antara kolega, atasan, dan anak buah.

Kerja sama juga dibutuhkan di rumah. Setiap anggota keluarga harus bisa bekerja sama untuk saling berkompromi, membagi waktu, memahami satu sama lain, dan melakukan aktivitas harian.

“Langkah ketiga adalah langkah yang dapat mendukung tercapainya langkah kedua dengan baik, yaitu kompromi dengan orang di rumah. Seperti misalnya menyepakati waktu untuk family fun time atau pembagian waktu tugas mengurus anak,” kata Veronica.

 

 

#YUKKpakeYUKK#BelanjaOnlinePakeYUKKSaja

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry