Ingin Jantungmu Sehat? Jangan Malu untuk Berpelukan!

Pelukan dapat menyehatkan jantung
(Foto: huffingtonpost.com)

Lelaki itu tersenyum dan bergegas berdiri ketika seorang perempuan cantik berjalan mendekatinya. Lalu mereka berpelukan. Kira-kira 10 detik. Banyak orang di kafe itu memandang mereka dengan mata yang menyelidik. Pasalnya, berpelukan dengan lawan jenis di tempat umum seperti itu bukanlah hal lumrah di negeri. Masih dianggap sebagai “hal yang dilarang”.

Orang-orang mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih yang bertemu untuk makan siang bersama. Mereka salah. Laki-laki dan perempuan itu bukanlah sepasang kekasih. Mereka adalah kakak beradik. Mereka tidak malu atau canggung untuk berpelukan. Dan mereka melakukannya setiap kali bertemu.

Pelukan dapat menyehatkan jantung
Ilustrasi (Foto: The Telegraph)

Menurut para ahli, pelukan, seberapa banyak dan seringnya itu, jauh lebih efektif dalam mengatasi beberapa masalah kesehatan yang serius ketimbang makan buah apel setiap hari. Benar bahwa makan apel setiap hari bisa menjauhkan orang dari dokter. Namun, hasil penelitian dalam bidang kesehatan menunjukkan bahwa pelukan jauh lebih efektif.

Sebuah pelukan, sekalipun hanya berlangsung selama beberapa detik, diketahui bisa menurunkan risiko serangan jantung, mengatasi stres dan kelelahan, meningkatkan sistem imunitas, melawan infeksi, dan mengurangi depresi. Sebuah pelukan yang singkat dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan hormon oxytocin. Pada saat yang sama, hormon yang membuat orang tertekan seperti hormon kortisol menurun. “Pelukan emosional yang positif bisa meningkatkan reaksi biokemis dan fisiologis,” kata Dr. Jan Astrom, psikolog yang memimpin penelitian tentang efek positif pelukan ini. Hasil penelitian itu sudah dipublikasikan dalam jurnal Comprehensive Psychology.

Pelukan dapat menyehatkan jantung
Ilustrasi (Foto: sindu.lk)

Hasil penelitian Dr. Jan ini jelas merupakan sebuah kemajuan dalam sains. Selama ini, orang hanya tahu bahwa hormon oxytocin disekresikan tubuh selama proses persalinan dan penyusuan. Hormon inilah yang memicu keluarnya ASI (air susu ibu). Sejauh ini, orang melihat pengaruh hormon itu terbatas pada dua peristiwa penting itu.

Dari penelitian ini akhirnya diketahui bahwa pengaruh hormon oxytocin tidak terbatas hanya pada persalinan dan penyusuan. Hormon ini dan beberapa hormon positif lainnya diketahui meningkat sepuluh menit setelah laki-laki dan perempuan berusia 20—49 tahun berpelukan. Peningkatan level hormon ini membuat orang bisa mengatasi stres dan mendorong orang untuk menaruh rasa percaya kepada orang lain.

Pelukan dapat menyehatkan jantung
Ilustrasi (Foto: Tree Hugger)

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mungkin pelukan bisa menurunkan risiko serangan jantung? Bagaimana sebuah pelukan, sesingkat apa pun itu, bisa meningkatkan level hormon oxytocin?

Dari penelitian Dr. Jan dan teman-temannya itu diketahui bahwa kulit mempunyai jaringan yang disebut dengan sel Pacinian. Sel ini adalah sel hidup. Dan sel ini bisa merasakan sentuhan. Sel ini kemudian mengirim sinyal kepada otak melalui saraf vagus.

Pelukan dapat menyehatkan jantung
Ilustrasi (Foto: huffingtonpost.com)

Saraf vagus ini bergerak ke seluruh tubuh dan menyentuh berbagai organ dalam. Salah satu organ yang disentuh saraf ini adalah jantung. Saraf yang sama ini pun berhubungan dengan reseptor-resepton hormon oxytocin. Stimulasi saraf vagus ini membuat hormon oxytocin meningkat.

Pelukan dapat menyehatkan jantung
(Foto: Humans Are Free)

Jadi, janganlah malu untuk memeluk saudaramu, orang tuamu, dan pasanganmu! Semakin sering kamu berpelukan, semakin sehat otot-otot jantungmu.

 

#YUKKpakeYUKK

 

 

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry