Ingat, Virus Corona Dapat Bertahan di Plastik dan Stainless Steel Hingga 3 Hari

Virus Corona Dapat Bertahan di Plastik dan Stainless Steel Hingga 3 Hari
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Mengapa virus Corona bisa dengan cepat menyebar? Mengapa orang yang tidak melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi bisa ikut terinfeksi? Berapa lamakah virus itu bisa bertahan di atas permukaan benda?

Belum lama ini, sekelompok ilmuwan di Amerika Serikat melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana virus ini bisa dengan cepat menyebar dan menginfeksi manusia. Dari penelitian itu, mereka mengetahui bahwa virus Corona dapat bertahan di beberapa permukaan termasuk plastik dan stainless steelhingga tiga hari. Virus itu bahkan dapat bertahan hidup di udara selama beberapa jam. Namun, hasil penemuan ini tidak membuktikan siapa pun yang tertular virus dengan cara ini.

“Kami sama sekali tidak mengatakan ada penularan virus secara aerolis,” kata Dr. Neeltje van Doremalen di National Institute of Allergy and Infectious Diseases seperti dilansir AP News.

Virus Corona Dapat Bertahan di Plastik dan Stainless Steel Hingga 3 Hari
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Virus yang telah merenggut ribuan nyawa itu bisa bertahan untuk jangka waktu lama di berbagai permukaan dan udara. Hal itu diketahui setelah peneliti menggunakan peralatan untuk menyemprotkan sampel virus secara halus ke udara dan meniru apa yang bisa terjadi, yaitu orang yang terinfeksi menyebarkan virus melalui udara. Virus tersebut dapat dideteksi dalam aerosol hingga 3 jam usai aerosolisasi.

Virus itu juga dapat bertahan 4 jam pada tembaga, 24 jam pada karton, dan 2—3 hari pada plastik dan stainless steel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virus paling stabil pada plastik dan stainless steel. Stabilitas virus di udara dan permukaan itu dapat secara langsung mempengaruhi penularan virus. Pasalnya, partikel virus bertahan cukup lama setelah dikeluarkan dari satu orang dan ditransmisikan ke orang lain.

Virus Corona Dapat Bertahan di Plastik dan Stainless Steel Hingga 3 Hari
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Masuk akal, menurut para peneliti, bahwa terjadi transmisi aerosol karena virus dapat tetap hidup di aerosol selama beberapa jam dan permukaan hingga beberapa hari. Tes dilakukan oleh para ilmuwan dari Princeton University dan University of California yang didanai oleh Pemerintah Amerika Serikat dan National Science Foundation. Hingga saat ini, para ilmuwan di seluruh dunia masih berjuang untuk menemukan obat dan vaksin untuk membunuh virus ini.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry