Harus Tahu: Corona B1617 yang Ada di Jakarta Termasuk “Variant of Interest”

Harus Tahu: Corona B1617 yang Ada di Jakarta Termasuk “Variant of Interest”
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Varian baru Corona dari India, B1617, sudah terdeteksi di Jakarta. Ada dua kasus dari varian baru ini. Varian ini, oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masuk dalam kategori variant of interest.

Apa yang dimaksudkan dengan variant of interest? Dikutip dari halaman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), berbagai varian Corona yang muncul selama pandemi ini dibagi menjadi tiga kategori, yaitu variant of interest, variant of concern, dan variant of high consequence.

Harus Tahu: Corona B1617 yang Ada di Jakarta Termasuk “Variant of Interest”
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Variant of interest adalah varian yang mutasinya mempengaruhi sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, hingga kemampuan virus menghindari sistem imunitas. Sampai saat ini, belum ada banyak bukti tentang varian ini. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Variant of concern merupakan varian yang telah terbukti oleh studi memiliki sifat-sifat yang sudah disebutkan sebelumnya. Sejauh ini, baru ada tiga varian yang disebut WHO masuk dalam kategori ini, yaitu B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan P1 dari Brasil.

Harus Tahu: Corona B1617 yang Ada di Jakarta Termasuk “Variant of Interest”
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sementara itu, variant of high consequence adalah varian yang tidak bisa terdeteksi oleh alat diagnostik yang ada, tidak mempan oleh vaksin dan terapi yang disetujui, dan menimbulkan gejala yang lebih parah. Hingga saat ini, belum ada varian Corona yang masuk kategori ini.

“Sangat penting untuk berdiskusi menentukan varian mana yang kira-kira memiliki dampak signifikan terhadap nilai kesehatan publik. Artinya apakah varian ini memerlukan perubahan dalam upaya kita melakukan protokol kesehatan atau strategi medis? Kami menempatkan para ahli untuk berdiskusi mengenai mutasi yang terjadi,” kata Maria Van Kerkhove, ahli penyakit infeksi dari WHO, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (4/5).

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry