Gara-Gara Corona Kamu Harus Ngutang? Pakai Tips Ini!

Gara-Gara Corona Kamu Harus Ngutang? Pakai Tips Ini!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Dalam 2 bulan terakhir ini, Franky murung. Dia tidak seriang biasanya ketika mengunjungi rumah saudaranya. Pasalnya, Corona menghancurkan segala-galanya. Kehilangan pekerjaan karena di-PHK (pemutusan hubungan kerja), rumah tangga goyah karena pemasukan berkurang, dan hubungan dengan keluarga besar mulai renggang.

Tanpa sepengetahuan istrinya, dia mencari pinjaman pada orang lain. Bahkan berencana mengajukan pinjaman melalui aplikasi “pinjol” (pinjaman online). Namun, dia resah karena pernah mendengar tentang bocornya data nasabah beberapa aplikasi pinjaman online itu.

Mencari pinjaman seperti yang dilakukan Frangky itu sebenarnya dilakukan banyak orang. Dalam kondisi yang sulit seperti sekarang ini, berutang dianggap sebagai jalan keluar terbaik. Kata mereka, lebih baik berutang daripada mencuri.

“Ya, di tengah kondisi seperti itu, (berutang) bisa jadi jalan keluar. Apalagi buat yang kena PHK ataupun yang terkena potongan gajinya,” kata Andy Nugroho, seorang perencana kuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, seperti dikutip dari detikcom.

Berikut ini, ada 5 trik penting dari Andy untuk kamu yang memutuskan untuk berutang karena tekanan keadaan:

Jual atau gadai barang

Gara-Gara Corona Kamu Harus Ngutang? Pakai Tips Ini!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Apakah kamu harus berutang? Apakah kamu harus mencari pinjaman untuk memenuhi kebutuhan hidup? Apakah tidak ada barang yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup?

“Sebelum memilih menambah utang, coba pertimbangkan menjual atau menggadaikan barang. Misalnya, di rumah ada laptop atau televisi yang tidak sering dipakai. Bisa saja dijual atau digadaikan,” kata Andy.

Cari usaha dengan modal yang minim

Gara-Gara Corona Kamu Harus Ngutang? Pakai Tips Ini!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Daripada mencari utang yang akan menjadi beban, mengapa kamu tidak mencari usaha yang bisa menghasilkan uang? Tentu saja dengan modal yang kecil. Misalnya, menjadi reseller atau dropshiper. Bisa juga dengan menjadi pengemudi ojek daring.

“Ya, kalau bisa, usaha dulu, ya. Cari dulu usaha. Jangan langsung berutang. Kan sekarang ada sistem reseller atau dropshiper. Modalnya kan minim. Yang penting rajin. Atau bisa juga ngojek kalau terpaksa,” saran Andy.

Batas maksimal

Gara-Gara Corona Kamu Harus Ngutang? Pakai Tips Ini!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Jika akhirnya kamu benar-benar harus berutang, maka perhatikan hal ini: skala aman dalam berutang. Jumlah maksimalnya adalah 30% dari pengeluaran bulanan. Tidak boleh lebih dari itu.

“Kita harus paham persentase yang aman agar keuangan aman meski berutang. Utang itu jumlah maksimalnya adalah 30% dari pengeluaran kita. Sebelum berutang, ada baiknya dihitung dulu. Apalagi kalau sudah ada cicilan. Kalau tambah, utang masih dalam batas tersebut atau tidak,” jelas Andy.

Demi kebutuhan pokok

Gara-Gara Corona Kamu Harus Ngutang? Pakai Tips Ini!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Jika akhirnya kamu harus berutang, maka utang itu hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok harian seperti biaya makan dan minum dan membayar tagihan listrik dan lainnya.

“Kalau memang terpaksa berutang, ya, sudah. Digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok. Jangan sampai digunakan untuk memenuhi keinginan seperti mau beli handphone baru atau sepeda baru. Jangan sampai begitu,” tegas Andy.

Minta keringanan cicilan

Gara-Gara Corona Kamu Harus Ngutang? Pakai Tips Ini!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sebelum memutuskan untuk menambah utang, sebaiknya kamu meminta keringanan cicilan sebelumnya terlebih dahulu.

“Buat yang sudah punya cicilan sebelumnya, kalau bisa, minta keringanan dulu ke leasing, bank, atau siapa pun yang memberi cicilan. Kemungkinan mereka mau buka mata dalam kondisi seperti ini,” kata Andy.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry