Gambar Hitam: Cara Dunia Menentang Rasisme

Blackout Tuesday untuk George Floyd
Warga meletakkan bunga di lokasi tewasnya George Floyd di Minneapolis (Foto: Reuters)

George Floyd memang tidak akan kembali lagi. Tekukan lutut yang keras dari Derek Chauvin sudah mengakhiri segala-galanya. Sejak tanggal 25 Mei itu, namanya adalah kenangan di penjuru Minneapolis, Amerika Serikat. Bahkan mungkin di seluruh dunia.

Mungkin memang hari itu, Senin (25/5), adalah hari terakhir lelaki keturunan Afrika-Amerika itu. Tidak akan ada lagi sosok Floyd di jalan-jalan Minneapolis. Namun, pada hari itu, Floyd lahir dalam wujud baru: spirit untuk menghormati hidup siapa saja.

Blackout Tuesday untuk George Floyd
Demonstrasi di Philadelphia menuntut keadilan untuk George Floyd (Foto: Reuters)

Lihatlah apa yang terjadi di Negeri Paman Sam pada sepekan terakhir. Tidak peduli akan intaian Corona dan bayang-bayang kelam kematian karena Covid-19, ribuan warga Amerika Serikat di sejumlah negara bagian turun ke jalan-jalan menuntut keadilan untuk Floyd. Siapa pun, termasuk warga keturunan Afrika-Amerika, punya hak untuk hidup.

“Black Lives Matter”. Begitu kalimat pendek yang ditulis di atas karton, kain, dan kertas. Diteriakkan dan digaungkan di seluruh penjuru Amerika. Lalu bergaung hingga ke Eropa, Asia, dan Australia.

Blackout Tuesday untuk George Floyd
Demonstrasi menuntut keadilan untuk Floyd juga digelar di Paris, Prancis (Foto: Reuters)

“Black Lives Matter”. Satu dari sekian banyak kalimat pendek yang menghantam Donald Trump dengan cara yang sangat telak. Bahkan hingga hari ini, negara yang mengklaim diri paling demokratis di dunia itu masih terseret oleh aksi rasisme.

Selasa (2/6) lalu, jutaan orang di seluruh dunia mengunggah gambar hitam dalam akun Instagram dan Twitter sebagai gerakan #BlackoutTuesday. Berbagai kalangan berpartisipasi dalam gerakan itu. Termasuk di dalamnya para pesohor. Mulai dari Rihanna, Jamie Foxx, Drake, Nile Rodgers, sampai dengan Quincy Jones. Bahkan perusahaan rekaman seperti Sony Music, Atlantic Records, Capitol Music Group, Warner Records dan Def Jam ambil bagian dengan kampanye #TheShowMustBePaused melalui akun Instagrammereka.

Blackout Tuesday untuk George Floyd
Unggahan Katy Perry (Foto: Tangkapan layar)

Rihanna mengatakan bahwa Fenty, lini bisnisnya, tidak akan melakukan bisnis apa pun pada hari itu. Sementara Foxx menulis unggahannya dengan tagar #blackouttuesday #blacklivesmatter #justiceforgeorgefloyd. Sebelumnya Foxx telah mengikuti demonstrasi menuntut keadilan untuk Floyd di San Francisco.

Blackout Tuesday untuk George Floyd
(Foto: tangkapan layar)

Di Amerika, seperti dilansir New York Times, selain Rihanna dan Foxx, gerakan ini pun didukung Foo Fighters, Katy Perry, dan Britney Spears. Sementara di Inggris, gerakan ini diikuti Radiohead, Tim Burgess, dan Mumford & Sons, dan Festival Glastonbury. Tokoh-tokoh terkenal seperti bintang sepak bola, Gary Lineker, juga ikut ambil bagian.

 

 

#YUKKpakeYUKK#BelanjaOnlinePakeYUKKsaja

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry